CIAMIS ,GALUH.INFO – Sebanyak 226 siswa dari 28 sekolah di Kecamatan Cijeungjing mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan yang digelar di SD Negeri 1 Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu 9 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ajang seleksi penting menuju FTBI tingkat Kabupaten Ciamis.
Panitia menyelenggarakan kegiatan sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan tujuh cabang lomba yang mengacu pada petunjuk teknis tingkat Provinsi Jawa Barat. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik dalam bahasa dan budaya Sunda sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah.
Tujuh Cabang Lomba FTBI Jadi Wadah Pelestarian Bahasa Sunda
FTBI Kecamatan Cijeungjing menghadirkan tujuh mata lomba yang menitikberatkan pada kemampuan berbahasa dan budaya Sunda. Cabang lomba tersebut meliputi dongeng, maca sajak Sunda, nulis aksara Sunda, nembang, serta beberapa kategori lain yang menguji kreativitas dan keterampilan siswa.
Panitia menegaskan bahwa setiap cabang lomba tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran budaya. Para siswa berlatih mengekspresikan diri menggunakan bahasa Sunda secara aktif dan kreatif.
Panitia Pastikan Kegiatan Berjalan Lancar dan Terkendali
Panitia Pelaksana FTBI Kecamatan Cijeungjing, Enung Nurjono, menegaskan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Ia menyampaikan kondisi pelaksanaan sejak pagi berjalan tanpa kendala.
Enung menyatakan, “Alhamdulillah kegiatannya sudah berjalan dari pagi tadi mulai jam delapan. Situasi dan kondisi aman, lancar, terkendali. Jumlah peserta ada 226 siswa yang mengikuti lomba FTBI.”
Pernyataan tersebut menunjukkan kesiapan panitia dalam mengelola kegiatan berskala besar dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai sekolah.
Dewan Juri Independen Jaga Objektivitas Penilaian
Panitia menghadirkan dewan juri dari luar Kecamatan Cijeungjing untuk memastikan penilaian berlangsung objektif dan transparan. Para juri melakukan penilaian secara menyeluruh pada setiap cabang lomba sebelum menentukan peringkat peserta.
Setelah proses penilaian selesai, panitia menetapkan juara satu, dua, dan tiga di setiap mata lomba. Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan juara harapan satu, dua, dan tiga. Dengan sistem ini, setiap cabang lomba menghasilkan enam kategori pemenang.
Piala Juara Umum dan Seleksi ke Tingkat Kabupaten Ciamis
Selain penghargaan per cabang lomba, panitia juga menyiapkan piala juara umum bagi sekolah dengan capaian terbaik secara keseluruhan. Hasil FTBI tingkat Kecamatan Cijeungjing menjadi dasar seleksi peserta yang akan melaju ke FTBI tingkat Kabupaten Ciamis.
Panitia memperkirakan pelaksanaan FTBI tingkat Kabupaten Ciamis berlangsung pada 26 atau 27 Agustus 2026. Ajang tersebut akan menjadi tahap lanjutan bagi peserta terbaik dari seluruh kecamatan.
Harapan Lolos ke Tingkat Provinsi Jawa Barat
Enung Nurjono berharap peserta dari Kecamatan Cijeungjing mampu menunjukkan prestasi terbaik di tingkat kabupaten. Ia juga menargetkan peserta dapat melangkah hingga tingkat Provinsi Jawa Barat.
Enung menegaskan, “Harapannya mudah-mudahan dari Cijeungjing bisa lolos mewakili Kabupaten Ciamis. Kalau di tingkat kabupaten, nanti bisa melanjutkan ke tingkat Provinsi Jawa Barat.”
FTBI Jadi Ruang Pelestarian Bahasa dan Budaya Sunda
FTBI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pelestarian bahasa dan budaya Sunda di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, siswa mengembangkan kemampuan berbahasa, keberanian tampil, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya daerah.
Kegiatan ini memperkuat peran sekolah dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman. FTBI Cijeungjing 2026 menjadi bukti nyata bahwa pelestarian bahasa ibu tetap hidup melalui generasi muda di Kabupaten Ciamis.














Komentar