Sekda Ciamis Targetkan Aktivasi IKD Capai 90 Persen dalam Sepekan

Pemkab Ciamis Percepat Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

Berita, Daerah22 Dilihat

CIAMIS | GALUHGALUH INFO — Andang Firman Triyadi mendorong percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Ciamis. Pemerintah daerah bahkan menargetkan capaian aktivasi IKD mencapai 90 persen dalam waktu satu minggu.

Sekda Ciamis menyampaikan hal tersebut saat membuka Sosialisasi Aktivasi Identitas Kependudukan Digital sebagai akses digitalisasi bantuan sosial melalui Sistem Perlindungan Sosial (PERLINSOS), Rabu (13/05/2026), di Aula Dinas Sosial Kabupaten Ciamis.

Kegiatan berlangsung secara daring dan luring dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah serta pilar sosial di Kabupaten Ciamis.

Ciamis Jadi Pilot Project Digitalisasi Bantuan Sosial

Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut hasil Rapat Penguatan Koordinasi Pemanfaatan Data bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia pada 8 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Andang Firman Triyadi menegaskan bahwa aktivasi IKD menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi pelayanan publik berbasis digital, khususnya pada sektor perlindungan sosial dan administrasi kependudukan.

“Walaupun kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring, hal itu jangan menjadi hambatan untuk mempercepat aktivasi IKD di Kabupaten Ciamis,” ujar Andang.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Ciamis menjadi salah satu dari tiga daerah di Jawa Barat yang mendapat kepercayaan sebagai lokasi perluasan piloting digitalisasi bantuan sosial tahun 2026.

Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi daerah.

“Jangan sampai kita sudah dipercaya menjadi pilot project, tetapi masyarakatnya belum memiliki identitas digital,” tegasnya.

Sekda Optimistis Target 90 Persen Bisa Tercapai

Saat ini capaian aktivasi IKD di Kabupaten Ciamis masih berada di kisaran 2 persen. Namun Sekda optimistis seluruh unsur pemerintah dan masyarakat mampu mempercepat aktivasi identitas digital tersebut.

Ia meminta seluruh peserta sosialisasi ikut bergerak aktif membantu masyarakat melakukan aktivasi IKD.

“Saya yakin minggu ini bisa 90 persen. Karena pelayanan kepada masyarakat itu 24 jam,” ungkap Andang.

Sekda juga mengajak peserta sosialisasi langsung membuka layanan aktivasi setelah kegiatan selesai.

Menurutnya, proses aktivasi IKD tidak membutuhkan waktu lama sehingga masyarakat dapat segera mengakses identitas digital melalui telepon genggam.

“Satu orang hanya perlu sekitar lima menit untuk aktivasi. Setelah acara ini langsung buka layanan aktivasi,” katanya.

IKD Jadi Kunci Validasi Bantuan Sosial Digital

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ciamis Yayan Muhamad Supyan menjelaskan bahwa aktivasi IKD menjadi bagian penting dalam mendukung digitalisasi bantuan sosial melalui sistem PERLINSOS.

Menurutnya, pemerintah ingin menciptakan penyaluran bantuan sosial yang lebih transparan, tepat sasaran, dan akuntabel melalui sistem digital.

“IKD menjadi kunci utama dalam validasi data penerima bantuan sosial. Dengan aktivasi IKD, proses verifikasi akan lebih cepat dan potensi duplikasi data bisa ditekan,” jelas Yayan.

Ia menambahkan bahwa sistem PERLINSOS nantinya menjadi kanal utama masyarakat dalam mengakses layanan bantuan sosial secara digital.

IKD Akan Terintegrasi dengan Berbagai Layanan Publik

Sekda Ciamis juga menjelaskan bahwa pemanfaatan IKD ke depan tidak hanya terbatas pada layanan administrasi kependudukan.

Pemerintah berencana mengintegrasikan identitas digital dengan berbagai layanan publik lainnya.

“Ke depan masyarakat tidak harus lagi membawa KTP fisik karena identitas sudah ada di handphone,” ujar Andang.

Ia menilai keberhasilan implementasi IKD sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, termasuk OPD, pemerintah desa, pendamping sosial, dan masyarakat.

Karena itu, Sekda mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menyukseskan percepatan aktivasi IKD di Kabupaten Ciamis.

Puluhan OPD dan Pilar Sosial Ikut Sosialisasi

Kegiatan sosialisasi tersebut melibatkan berbagai instansi dan unsur pemerintahan di Kabupaten Ciamis.

Peserta berasal dari Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, BKPSDM, Inspektorat, para camat, kepala desa, pendamping PKH, hingga instansi terkait lainnya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat transformasi digital kependudukan sekaligus mendukung penyaluran bantuan sosial yang lebih efektif dan tepat sasaran.

fauzi

Komentar