CIAMIS, GALUH.INFO –Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Panen Padi Organik Tingkat Kabupaten Ciamis sekaligus meresmikan Sekretariat Klaster Padi Pamarican di areal persawahan Kelompok Tani Parikesit, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kamis (16/7/2026). Pemerintah menjadikan kegiatan tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan pengembangan pertanian organik yang telah berjalan sejak awal tahun.
Panen itu merupakan tindak lanjut Gerakan Tanam Padi Organik yang dimulai pada April 2026. Para petani menjalankan budidaya selama sekitar 110 hari hingga tanaman memasuki masa panen. Mereka menerapkan sistem pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan selama proses budidaya.
Pemerintah memilih hamparan sawah Kelompok Tani Parikesit seluas 24,36 hektare sebagai lokasi panen tingkat kabupaten. Lokasi tersebut mencerminkan perkembangan pertanian organik di Kabupaten Ciamis.
Data Pemerintah Kabupaten Ciamis menunjukkan luas lahan padi organik bersertifikat telah mencapai 54,46 hektare pada 2026. Lahan itu tersebar di Kecamatan Cihaurbeuti, Pamarican, Banjarsari, dan Banjaranyar.
Panen tersebut memperlihatkan semakin luasnya penerapan pertanian organik di Ciamis. Sistem budidaya itu menghasilkan beras yang lebih sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.
Sekda Ciamis Soroti Besarnya Potensi Pertanian Daerah
Kegiatan itu dihadiri perwakilan Direktorat Serealia Kementerian Pertanian RI, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Forkopimda Kabupaten Ciamis, Ketua DPRD, para kepala perangkat daerah, camat, penyuluh pertanian, kelompok tani, Organisasi Organik Ciamis, serta berbagai unsur masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., hadir mewakili Bupati Ciamis sekaligus membacakan sambutan Bupati.
Dalam sambutan tersebut, Sekda menjelaskan Kabupaten Ciamis memiliki potensi pertanian yang besar. Luas baku sawah mencapai 32.386 hektare. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai sekitar 402.917 ton per tahun atau setara 257.947 ton beras.
Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Sekda menegaskan pembangunan pertanian tidak boleh hanya mengejar peningkatan produksi. Pemerintah juga harus menjaga kualitas tanah, melestarikan lingkungan, serta menghasilkan pangan yang sehat dan aman bagi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong penerapan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB). Pemerintah mengajak petani menggunakan pupuk organik, mengelola lahan secara bijaksana, dan mengendalikan organisme pengganggu tanaman melalui pendekatan terpadu.
Sekda: Panen Organik Jadi Hasil Kolaborasi Semua Pihak
Sekda juga memberikan apresiasi kepada para petani yang terus mengembangkan pertanian organik di Kabupaten Ciamis. Ia menilai keberhasilan panen lahir dari kerja sama berbagai pihak.
“Panen padi organik hari ini bukan sekadar keberhasilan memanen hasil pertanian. Lebih dari itu, ini merupakan bukti bahwa kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama mampu menghadirkan sistem pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi bagi masa depan pertanian Kabupaten Ciamis,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Sekda.
Sekda juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, para penyuluh pertanian, kelompok tani, dan seluruh pihak yang terus mendukung pengembangan pertanian organik di Kabupaten Ciamis.
Ia menilai sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Sekretariat Klaster Padi Pamarican Perkuat Pengembangan Pertanian Organik
Pemerintah Kabupaten Ciamis juga meresmikan Sekretariat Klaster Padi Pamarican dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sekda meresmikan gedung itu melalui penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.
Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya memberikan bantuan pembangunan sekretariat tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian organik di Kabupaten Ciamis.
Pemerintah berharap sekretariat itu menjadi pusat koordinasi sekaligus ruang kolaborasi bagi pemerintah, petani, penyuluh, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui sekretariat tersebut, para pihak dapat memperkuat inovasi, meningkatkan kapasitas petani, memperluas kemitraan, dan mempercepat pengembangan pertanian organik secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk membangun sektor pertanian yang tangguh, modern, dan berkelanjutan. Pemerintah optimistis kolaborasi yang terus berkembang akan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mengukuhkan Kabupaten Ciamis sebagai salah satu pelopor pertanian organik di Jawa Barat.
FAUZI








Komentar