Cegah Karhutla, Polisi Siram Lahan Kering di Babakancikao Purwakarta

Berita, Daerah372 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Memasuki musim kemarau, Polres Purwakarta mengambil langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiram area yang mulai mengering di Kampung Tabrik, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Rabu (12/8/2026).

Petugas menyasar kebun dan lahan kosong yang memiliki rumput ilalang serta pepohona


n kering. Kondisi tersebut dapat mempercepat penyebaran api ketika muncul sumber api, baik akibat aktivitas manusia maupun faktor lainnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan kondisi lahan selama musim kemarau membutuhkan perhatian lebih dari aparat dan masyarakat.

Polisi Basahi Lahan yang Mulai Mengering

Polres Purwakarta memulai kegiatan penyiraman sekitar pukul 14.25 WIB. Ps. Kanit Dalmas Polres Purwakarta AIPTU Reno memimpin kegiatan tersebut bersama dua personel Dalmas, empat personel patroli, serta seorang ASN dari bagian Logistik.

Personel menyiram sejumlah area kebun dan lahan kosong yang mulai mengalami kekeringan. Polisi mengambil langkah tersebut untuk mengurangi material kering yang dapat mempercepat rambatan api.

Langkah pencegahan ini juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan kepolisian menghadapi musim kemarau. Polisi tidak hanya menunggu munculnya titik api, tetapi mengambil tindakan lebih awal pada lokasi yang memiliki potensi kebakaran.

Polisi Ingatkan Warga Tidak Membakar Lahan

Selain menyiram lahan, personel Polres Purwakarta mengingatkan warga sekitar agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Polisi secara khusus meminta masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka dan membersihkan lahan dengan menggunakan api. Aktivitas tersebut dapat menimbulkan api yang sulit dikendalikan ketika kondisi lingkungan sangat kering.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini selama musim kemarau.

“Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, kami melakukan langkah pencegahan dengan membasahi area yang berpotensi mudah terbakar sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Kapolres Minta Warga Segera Laporkan Titik Api

Febri juga meminta masyarakat tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun. Menurutnya, masyarakat dapat membantu petugas dengan segera melaporkan titik api atau kepulan asap yang muncul di area lahan maupun kawasan hutan.

“Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Jika melihat titik api atau kepulan asap di area lahan dan hutan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum api meluas,” tambahnya.

Respons cepat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas. Semakin cepat masyarakat melaporkan kemunculan asap atau api, semakin besar peluang petugas mengendalikan kondisi sebelum api menjalar ke area lain.

Pencegahan Karhutla Membutuhkan Peran Masyarakat

Febri menegaskan bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam mencegah karhutla. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, terutama dengan membersihkan material yang mudah terbakar dan memastikan tidak meninggalkan sumber api di sekitar lahan.

Kondisi rumput, ilalang, dan pepohonan yang mengering membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. Karena itu, masyarakat perlu menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan semakin kering.

Polres Purwakarta melalui kegiatan penyiraman tersebut menunjukkan komitmen untuk melakukan pencegahan sebelum kebakaran terjadi. Kepolisian juga mengajak masyarakat membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan selama musim kemarau.

Kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi langkah penting untuk menekan risiko karhutla di Purwakarta. Dengan kewaspadaan, pelaporan cepat, serta penghentian aktivitas pembakaran lahan dan sampah, masyarakat dapat membantu mencegah kebakaran sejak dari sumbernya.

Komentar