Ciamis Menuju Pertanian Sehat, Bupati Herdiat Dorong Petani Beralih ke Organik Secara Bertahap

Berita, Daerah29 Dilihat

CIAMIS | GALUH INFO– Herdiat Sunarya secara resmi membuka Gerakan Tanam Padi Organik Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Kelompok Tani Parikesit, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Kamis (9/4/2026).

Acara ini dihadiri jajaran Forkopimda Ciamis, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Ciamis. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kelompok Tani Parikesit dikenal sebagai salah satu klaster unggulan di Kabupaten Ciamis. Prestasi gemilang berhasil diraih dengan menyabet Juara II dalam ajang Bank Indonesia Award 2025 Championship Klaster Pangan sektor tanaman pangan. Penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan dalam pengelolaan klaster pangan yang inovatif, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menegaskan pentingnya peralihan dari penggunaan pupuk kimia menuju pupuk organik. Menurutnya, kondisi tanah di sejumlah wilayah Ciamis mulai terkontaminasi bahan kimia yang berpotensi memengaruhi kualitas hasil pertanian dan kesehatan masyarakat.

“Pertanian organik ini yang kita harapkan. Tanah kita sudah banyak tercampur bahan kimia, sehingga hasil pertanian pun ikut terkontaminasi. Maka kita mulai sedikit demi sedikit beralih ke organik, semata-mata untuk kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perubahan pola pertanian tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses bertahap. Keberhasilan di lapangan diharapkan menjadi contoh nyata bagi petani lain untuk beralih ke sistem pertanian organik.

Selain memberikan manfaat kesehatan, pertanian organik juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Biaya penggunaan pupuk organik dinilai lebih efisien dibandingkan pupuk kimia, sementara hasil panen mampu mencapai 8 hingga 9 ton per hektare. Bahkan, harga jual beras organik di pasaran relatif lebih tinggi dengan peluang pasar yang luas.

“Permintaan tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis, lanjut Herdiat, akan memberikan dukungan penuh melalui penyediaan bibit dan pupuk organik. Ia juga mengimbau pemerintah desa untuk memanfaatkan tanah bengkok sebagai lahan percontohan guna mempercepat adopsi pertanian organik di tingkat masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengingatkan para petani agar mewaspadai dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun. Ia meminta para petani untuk mengatur pola tanam secara cermat agar produksi tetap optimal.

Tak hanya itu, masyarakat juga diajak untuk mulai mengonsumsi pangan alternatif selain beras, seperti umbi-umbian, yang memiliki nilai gizi seimbang dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Melalui Gerakan Tanam Padi Organik ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap dapat mewujudkan sistem pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing produk pertanian di pasar global.

Fauzi GI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *