Viral Wanita di Aceh Tengah Diduga Mesum dalam Mobil, sang Pria Kabur usai Digeruduk Warga

Berita, Daerah7 Dilihat

GALUH INFO – Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita digeruduk warga saat berada di dalam mobil viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di depan RSUD Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, pada Kamis, 9 April 2026.

Dalam unggahan akun Instagram @feedgramindo pada hari yang sama, disebutkan bahwa wanita tersebut diduga melakukan tindakan asusila bersama seorang pria di dalam kendaraan yang terparkir di area tersebut.

“Seorang wanita diamankan pihak kepolisian terkait dugaan perbuatan tidak pantas di dalam sebuah mobil di kawasan depan RSUD Datu Beru Takengon,” demikian keterangan dalam unggahan yang beredar di media sosial.

Saat petugas tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan, seorang pria yang diduga bersama wanita tersebut dilaporkan melarikan diri setelah sebelumnya digeruduk warga.

Warga Curiga Mobil Parkir Lama

Secara terpisah, Hendri, salah seorang warga setempat, menuturkan kronologi awal kejadian dugaan perbuatan tidak senonoh tersebut.

Ia mengatakan, warga mulai menaruh curiga terhadap sebuah mobil yang terparkir cukup lama di area depan rumah sakit pada Kamis, sekitar pukul 11.15 WIB.

“Setelah didekati, ditemukan sepasang pria dan wanita yang diduga tengah melakukan perbuatan mesum di dalam kendaraan roda empat,” ujar Hendri dalam keterangannya.

Menurutnya, keberadaan pasangan tersebut langsung menarik perhatian masyarakat hingga menimbulkan kerumunan di sekitar lokasi.

Pria Kabur Tinggalkan Wanita

Dalam insiden tersebut, pria yang diduga berada di dalam mobil dilaporkan melarikan diri, meninggalkan wanita yang diduga pasangannya.

Peristiwa itu pun menjadi tontonan warga sekitar dan sempat memicu kegaduhan di tempat kejadian.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas kedua terduga maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.

Warga Harap Pengawasan Ditingkatkan

Masyarakat setempat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Mereka juga meminta aparat berwenang meningkatkan pengawasan di lokasi-lokasi publik yang dinilai rawan terhadap tindakan yang melanggar norma sosial.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika dan ketertiban di ruang publik, serta bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dengan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

Fauzi GI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *