Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Bersikap Tak Sopan, Bu Atun Pilih Memaafkan dan Fokus Pembinaan Karakter

Berita, Pendidikan6 Dilihat

GALUH.INFO – Perilaku tidak sopan yang dilakukan sejumlah siswa SMA Negeri 1 Purwakarta terhadap gurunya menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video yang beredar luas, terlihat beberapa siswa mengacungkan jari tengah ke arah seorang guru perempuan yang diketahui bernama Syamsiah, atau akrab disapa Bu Atun. Aksi tersebut dilakukan saat sang guru berada di depan kelas, bahkan sebagian siswa tampak tertawa dan menjulurkan lidah.

Bu Atun yang merupakan guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mengaku merasa sedih atas kejadian tersebut. Namun demikian, ia memilih untuk menyikapinya dengan bijak dan penuh keikhlasan.

“Saya manusiawi kalau saya sedih, tapi keimanan saya tidak akan dirusak oleh rasa sedih. Sakit itu manusiawi, tapi keimanan saya mengobati luka hati saya agar anak-anak saya selamat dunia akhirat,” ujar Bu Atun kepada awak media, Senin (20/4/2026).

Meski menjadi korban tindakan tidak pantas dari anak didiknya sendiri, Bu Atun tetap menunjukkan sikap penuh kasih sayang sebagai seorang pendidik. Ia menegaskan bahwa rasa sayangnya kepada siswa tidak berkurang, bahkan semakin besar ketika mereka melakukan kesalahan.

“Saya sayang kepada siswa. Semakin siswa melakukan kesalahan, semakin sayang untuk mengubahnya. Kasihan berarti tertinggal karena dia ada yang salah,” ungkapnya.

Menurutnya, pendidikan karakter selalu menjadi bagian penting dalam setiap proses pembelajaran yang ia lakukan di kelas. Namun, ia menyadari bahwa tidak semua pesan dapat langsung diterima dengan baik oleh siswa.

“Perubahan itu tidak bisa sekaligus, butuh waktu, ada proses sehingga dia paham kesalahannya,” tambahnya.

Terkait video viral tersebut, Bu Atun mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya sedang direkam oleh siswa. Ia baru menyadarinya setelah video tersebut tersebar luas di media sosial.

Kejadian itu sendiri terjadi pada Kamis (16/4/2026) di kelas XI IPS. Saat itu, terdapat satu kelompok siswa yang tidak dapat melakukan presentasi karena melanggar kesepakatan waktu pembelajaran.

“Awalnya mereka santun, salaman, bahkan mau foto bareng. Saya kasihan sama mereka, padahal saya harus mengajar di kelas lain. Saya hargai,” jelasnya.

Namun di balik momen tersebut, ternyata ada siswa yang merekam dan melakukan tindakan tidak pantas saat guru tidak menyadarinya.

Video lain yang beredar juga memperlihatkan tindakan tidak sopan lainnya, seperti saat Bu Atun sedang makan dan ada siswa yang berpura-pura mengelus kepalanya, padahal hal tersebut dianggap tidak sopan dalam budaya menghormati guru.

Pihak sekolah pun telah mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada sembilan siswa yang terlibat langsung dalam insiden tersebut. Sanksi yang diberikan berupa kegiatan sosial selama tiga bulan, termasuk membersihkan lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Meski sempat muncul video permintaan maaf secara kolektif dari satu kelas, pihak sekolah menegaskan bahwa hanya sembilan siswa yang terbukti terlibat dalam tindakan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi dunia pendidikan akan pentingnya pembinaan karakter dan etika di kalangan pelajar, khususnya dalam menghormati guru sebagai sosok pendidik.

Di sisi lain, sikap Bu Atun yang memilih memaafkan dan tetap berkomitmen membimbing siswanya menuai apresiasi dari berbagai kalangan, sebagai contoh nyata keteladanan seorang guru.

fauzi GI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *