CIAMIS | GALUH INFO — Pemerintah Kabupaten Ciamis tengah merancang kebijakan strategis yang tak hanya menyentuh aspek efisiensi, tetapi juga mengubah gaya hidup aparatur sipil negara (ASN) secara lebih berkelanjutan dan sehat.
Di bawah arahan Bupati Herdiat Sunarya, wacana penerapan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat kini dikaji secara matang. Namun, lebih dari sekadar bekerja dari rumah, muncul alternatif kebijakan yang dinilai lebih membumi—mendorong ASN untuk bersepeda bagi yang berdomisili dekat kantor, serta menggunakan transportasi umum bagi yang tinggal lebih jauh.
Langkah ini merupakan respons konkret terhadap instruksi pemerintah pusat dalam menghadapi tantangan krisis energi global yang kian nyata. Pemkab Ciamis ingin memastikan bahwa upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh perilaku keseharian ASN.
“Skema terbaik sedang kita rumuskan. WFH menjadi salah satu opsi, namun kami juga mempertimbangkan pola kerja yang tetap produktif sekaligus mendorong gaya hidup sehat,” ujar Herdiat.
Menariknya, kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi energi semata. Ada semangat membangun budaya kerja baru yang lebih adaptif, ramah lingkungan, serta selaras dengan kebutuhan zaman.
Kendati demikian, Bupati Herdiat memastikan bahwa kualitas pelayanan publik tidak akan terdampak. Ia menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti penurunan kinerja, melainkan penguatan manajemen waktu dan pola kerja yang lebih efektif.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Apa pun kebijakan yang diambil, tidak boleh mengurangi kualitas layanan,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Pemkab Ciamis akan menerbitkan Surat Edaran resmi sebagai panduan teknis pelaksanaan kebijakan tersebut. Masyarakat pun diharapkan dapat menyambut perubahan ini sebagai bagian dari langkah bersama menuju daerah yang lebih hemat energi dan berwawasan lingkungan.
Di tengah dinamika krisis energi global, Ciamis memilih tidak sekadar bertahan—tetapi bertransformasi. Sebuah langkah kecil yang berpotensi membawa dampak besar bagi masa depan Tatar Galuh.
Fauzi / GI






