BPBD Tasikmalaya Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 1.415 Warga Terdampak Kekeringan di Cikalong

BPBD Tasikmalaya Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 1.415 Warga Terdampak Kekeringan

Berita, Daerah15 Dilihat

TASIKMALAYA, GALUH.INFO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menyalurkan 8.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Kalapagenep, Kecamatan Cikalong. Bantuan tersebut menyasar 430 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.415 jiwa yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.

Warga Kampung Sukajaya dan Kampung Sirnagalih tampak mengantre sambil membawa ember, galon, jeriken, hingga jolang untuk mendapatkan pasokan air. Mereka memanfaatkan distribusi tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama memasak, minum, dan mencuci.

Sumur Warga Mengering Akibat Kemarau

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono Rahman, mengatakan musim kemarau yang berlangsung sejak April 2026 mulai mengeringkan banyak sumur warga. Kondisi itu memaksa BPBD segera mengirim bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Menurutnya, petugas mendistribusikan air secara berkeliling karena warga telah menyiapkan tempat penampungan di sepanjang jalan agar proses penyaluran berlangsung lebih cepat.

“Kami pasok air bersih bagi warga yang berada di Kampung Sukajaya dan Kampung Sirnagalih, Desa Kalapagenep, Kecamatan Cikalong yang tercatat sebanyak 430 Kepala Keluarga atau 1.415 jiwa. Kebutuhan air ini paling banyak diperuntukkan untuk masak, minum, dan cuci beras. Penyaluran akan terus dilakukan bagi warga mengingat musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang,” ujar Cahyono.

BPBD Kerahkan Dua Mobil Tangki

Selain itu, Cahyono menjelaskan BPBD menindaklanjuti permintaan masyarakat dengan mengerahkan dua unit mobil tangki. BPBD juga menggandeng PDAM Tirta Sukapura agar distribusi air bersih berjalan lebih optimal.

Ia menegaskan BPBD akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengirim bantuan secara berkala ke wilayah yang benar-benar membutuhkan.

“Musim kemarau membuat banyak sumur milik warga dalam kondisi kering, sehingga mereka kekurangan air bersih, terutama untuk masak, minum, dan cuci piring. Pendistribusian air ke Kampung Sukajaya dan Kampung Sirnagalih dilakukan atas dasar laporan permintaan, sehingga BPBD menerjunkan dua unit armada tangki dibantu oleh PDAM Tirta Sukapura,” katanya.

Sejumlah Kecamatan Mulai Mengalami Krisis Air

BPBD memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi memperluas krisis air bersih di Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, kemarau panjang juga mengancam sektor pertanian karena dapat memicu gagal tanam dan gagal panen.

Saat ini, BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Desa Cijulang di Kecamatan Cineam, Desa Kertanegla dan Padangkamulyan di Kecamatan Bojonggambir, Desa Puteran di Kecamatan Pagerageung, Desa Kujang di Kecamatan Karangnunggal, Desa Kalapagenep di Kecamatan Cikalong, serta beberapa desa di Kecamatan Bojongasih, Singaparna, dan Mangunreja.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Sementara itu, pemerintah daerah terus memetakan daerah rawan kekeringan agar penyaluran bantuan air bersih dapat berlangsung cepat, merata, dan tepat sasaran.

fauzi

Komentar