Dari Bendera Pusaka ke Paskibraka: Perjalanan Panjang Tradisi Pengibaran Merah Putih

Berita, Daerah343 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Setiap 17 Agustus, masyarakat Indonesia menyaksikan pengibaran Bendera Merah Putih dalam upacara peringatan kemerdekaan. Di balik prosesi tersebut terdapat sejarah panjang yang menghubungkan Bendera Pusaka, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, dan pembentukan Paskibraka.

Tradisi itu bermula sejak Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Setelah Soekarno membacakan Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta, para tokoh bangsa kemudian mengibarkan Bendera Merah Putih. Direktorat Pelindungan Kebudayaan mencatat pengibaran tersebut berlangsung setelah pembacaan Proklamasi dan menjadi bagian penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Bendera Pusaka Menjadi Simbol Kemerdekaan

Bendera yang berkibar pada saat Proklamasi memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia. Sekretariat Negara mencatat Bendera Pusaka pertama kali berkibar setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Pengibaran berlangsung di rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Sejak saat itu, Merah Putih menjadi simbol utama kemerdekaan Indonesia.

Namun, perjalanan Bendera Pusaka tidak selalu berjalan mudah. Ketika pemerintah Republik Indonesia berpindah ke Yogyakarta, Bendera Pusaka ikut berpindah. Saat Belanda menyerang Yogyakarta pada 1948, Husein Mutahar berusaha menyelamatkan bendera tersebut.

Husein Mutahar Menyelamatkan Bendera Pusaka

Untuk mencegah Belanda menemukan Bendera Pusaka, Husein Mutahar memisahkan bagian merah dan putih bendera. Ia membawa kedua bagian tersebut secara terpisah.

Setelah situasi memungkinkan, Mutahar kembali menjahit kedua bagian tersebut dan menyerahkannya untuk dikembalikan kepada Soekarno. Bendera Pusaka kemudian kembali ke Yogyakarta dan kembali berkibar pada 17 Agustus 1949.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa Bendera Pusaka bukan hanya benda bersejarah. Banyak tokoh mempertaruhkan keselamatan untuk menjaganya.

Lahirnya Konsep Pasukan Pengibar

Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah mulai membangun konsep pasukan khusus yang menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera.

Husein Mutahar menjadi salah satu tokoh penting dalam proses tersebut. Ia menyusun tata cara pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka serta ikut mengembangkan pembinaan pemuda.

Pada 1967, pemerintah kembali memberikan tugas kepada Mutahar untuk menyusun konsep pasukan pengibar. Konsep tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi perkembangan Paskibraka.

Paskibraka Menjadi Tradisi Kenegaraan

Kini, Paskibraka menjalankan tugas dalam upacara kemerdekaan di tingkat nasional hingga daerah. Para pelajar terpilih menjalani pembinaan dan latihan sebelum menjalankan tugas.

Sekretariat Negara menyebut Paskibraka menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran Bendera Merah Putih pada upacara kenegaraan.

Dengan demikian, ketika masyarakat melihat Paskibraka mengibarkan Merah Putih setiap 17 Agustus, prosesi tersebut sebenarnya membawa sejarah panjang perjuangan bangsa.

fauzi

Komentar