Diskominfo Ciamis Kembangkan Omni Channel Call Center 112, Layanan Darurat Kini Terhubung WhatsApp hingga Media Sosial

Call Center 112 Ciamis Terima 5.510 Panggilan, Omni Channel Percepat Layanan Publik dan Penanganan Darurat

Berita, Daerah27 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO –Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat layanan publik. Diskominfo kini mengembangkan sistem Omni Channel pada Call Center 112. Inovasi ini memperluas akses masyarakat ke layanan darurat. Sistem ini juga mempercepat penanganan laporan lewat berbagai platform digital.

Diskominfo mensosialisasikan pengembangan layanan itu di Ruang Rapat Diskominfo Kabupaten Ciamis, Kamis (16/7/2026).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Ciamis, Herry Somantri, mengatakan penggunaan Call Center 112 terus meningkat. Hingga pertengahan 2026, layanan ini sudah menerima 5.510 panggilan. Laporan itu mencakup kondisi darurat dan nonkedaruratan.

Herry menyebut tingginya minat masyarakat mendorong Diskominfo menghadirkan Omni Channel. Sistem ini menghubungkan Call Center 112 dengan platform berbasis teks. Platform itu meliputi WhatsApp, Instagram, Facebook Messenger, dan nantinya TikTok.

“Melalui Omni Channel, layanan 112 menjadi lebih inklusif. Masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, bisa menyampaikan laporan lewat media berbasis teks,” ujarnya.

Layanan Publik Semakin Terintegrasi

Omni Channel juga akan menghubungkan Call Center 112 dengan layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Ciamis. Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses informasi publik. Layanan juga menjadi lebih cepat dan terpadu.

Dengan sistem baru ini, masyarakat bisa melapor saat darurat. Mereka juga bisa memperoleh informasi publik melalui satu ekosistem komunikasi.

Diskominfo Antisipasi Prank Call

Kepala Diskominfo Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat, menegaskan pelayanan publik harus mengikuti perkembangan teknologi. Menurutnya, layanan harus cepat, efektif, dan responsif.

Ia juga menyoroti tantangan di lapangan. Salah satunya adalah maraknya prank call atau panggilan iseng. Panggilan seperti ini bisa mengganggu layanan bagi warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Tantangan di lapangan sangat dinamis. Salah satunya maraknya prank call. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pengembang sistem untuk membatasi dan memblokir nomor anonim yang melakukan panggilan iseng,” kata Enda.

Enda menambahkan, layanan berbasis chat juga bisa membantu menekan penyalahgunaan layanan darurat. Identitas digital pelapor lebih mudah ditelusuri dibandingkan nomor anonim.

Respons Cepat Tetap Menjadi Prioritas

Enda memastikan pengembangan Omni Channel tidak akan menurunkan kualitas penanganan laporan kedaruratan. Ia menegaskan petugas tetap harus merespons laporan dengan cepat. Hal itu juga berlaku untuk laporan yang masuk lewat media sosial.

Ia turut mengapresiasi seluruh perangkat daerah dan instansi terkait. Mereka selama ini mendukung operasional Call Center 112 Kabupaten Ciamis.

Menurut Enda, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci pelayanan publik digital yang cepat, tepat, dan terintegrasi.

Dengan hadirnya Omni Channel, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan darurat dan informasi publik. Pemerintah juga menargetkan kualitas pelayanan terus meningkat seiring perkembangan teknologi.

fauzi

Komentar