Dua Jamaah Haji Asal Ciamis Masih Dirawat di Madinah, Belum Diizinkan Pulang ke Indonesia

Berita, Daerah7 Dilihat

CIAMIS | GALUH.INFO Proses pemulangan jamaah haji asal Kabupaten Ciamis tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi berlangsung lancar hingga kedatangan kloter terakhir.

Namun, dua jamaah masih menjalani perawatan medis di Madinah, Arab Saudi, sehingga belum dapat kembali ke Indonesia.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna, mengatakan kedua jamaah tersebut belum memperoleh izin terbang

karena kondisi kesehatannya belum memenuhi syarat perjalanan udara berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan Arab Saudi.

“Dua jamaah masih tertinggal di Madinah karena sakit. Mereka belum diperbolehkan terbang karena dinyatakan belum layak terbang oleh otoritas kesehatan Saudi,” ujar Nana saat menyambut kedatangan kloter terakhir jamaah haji di Kabupaten Ciamis.

Dua Jamaah Masih Menjalani Perawatan

Nana menjelaskan, dua jamaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Madinah masing-masing bernama Abdul Hamid dan Abdul.

Sejak keduanya menjalani perawatan, petugas langsung berkoordinasi dengan keluarga untuk menyampaikan kondisi kesehatan dan perkembangan terbaru.

“Sejak masuk rumah sakit, keluarga sudah langsung dikonfirmasi oleh petugas terkait. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi mengenai kondisi keduanya,” katanya.

Menurut Nana, pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan bahwa jamaah yang sakit hanya dapat dipulangkan setelah mendapatkan izin dan dinyatakan layak terbang oleh otoritas kesehatan setempat.

Menunggu Rekomendasi Layak Terbang

Nana menegaskan tidak ada batas waktu pasti terkait kepulangan kedua jamaah tersebut. Keputusan sepenuhnya bergantung pada perkembangan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Petugas haji terus memantau kondisi kedua jamaah dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta otoritas terkait di Arab Saudi.

“Kalau sudah dinyatakan layak terbang, maka akan segera diterbangkan ke Indonesia. Kita semua berharap dan berdoa agar kondisi mereka segera membaik,” ujarnya.

Pemulangan Kloter Terakhir Berjalan Lancar

Sementara itu, pemulangan kloter terakhir jamaah haji asal Kabupaten Ciamis berlangsung aman dan lancar.

Panitia memastikan seluruh proses pelayanan, pengawalan, hingga penjemputan jamaah berjalan maksimal untuk memberikan kenyamanan kepada para jamaah setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Nana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pemulangan jamaah haji tahun 2026.

Menurutnya, keberhasilan proses pemulangan tidak terlepas dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Ciamis,

Forkopimda, aparat kepolisian, petugas keamanan, serta Dinas Perhubungan yang mengawal perjalanan jamaah dari Bandara Internasional Kertajati menuju Ciamis.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan luar biasa.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian pemulangan jamaah haji dapat berjalan dengan baik dan aman,” ungkapnya.

Keterlambatan Kloter Terakhir Karena Penyesuaian Jadwal

Terkait kedatangan kloter terakhir yang sedikit lebih lambat dibandingkan rombongan sebelumnya, panitia menjelaskan keterlambatan terjadi karena penyesuaian jadwal keberangkatan dengan rombongan pengawal perjalanan.

Meski jadwal keberangkatan mundur sekitar 15 menit, seluruh proses perjalanan tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Secara teknis sebenarnya perjalanan bisa dipercepat, namun hasil koordinasi mengharuskan keberangkatan menyesuaikan dengan rombongan pengawalan sehingga jadwal mundur sekitar 15 menit.

Meski demikian, seluruh perjalanan tetap berlangsung lancar dan aman hingga tiba di Ciamis,” jelas Nana.

Dengan tibanya kloter terakhir, proses pemulangan jamaah haji asal Kabupaten Ciamis secara umum telah selesai. Meski demikian,

pemerintah dan panitia haji masih terus memantau perkembangan dua jamaah yang menjalani perawatan di Madinah hingga keduanya dapat kembali ke Indonesia dan berkumpul bersama keluarga.

Fauzi

 

Komentar