Ciamis, | Galuh Info — Gelar Budaya yang digelar pada 3 Maret 2026 di Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, menjadi momentum penting dalam upaya menghidupkan kembali warisan adat Sunda di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur seni budaya dari sejumlah daerah di Jawa Barat.
Kuwu Desa Mekar Mukti, Asep Ari, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen masyarakat desa untuk menjaga dan mengangkat kembali nilai-nilai budaya Sunda yang mulai tergerus perkembangan zaman.
Menurut Asep Ari, Gelar Budaya tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar kembali mengenal akar tradisi leluhur. Ia berharap semangat pelestarian budaya ini dapat terus tumbuh di lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah Cisaga.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan adat-adat Sunda yang ada, khususnya di Kabupaten Ciamis dan Kecamatan Cisaga, supaya budaya Sunda kembali muncul dan dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala, setiap dua hingga tiga bulan sekali, sebagai bentuk konsistensi dalam menjaga eksistensi budaya daerah.
Selain pentas seni, acara tersebut sekaligus memperkenalkan potensi sejarah lokal yang dimiliki Desa Mekar Mukti. Di antaranya terdapat beberapa situs budaya penting seperti Situs Eyang Susi, Mak Karim, dan Situs Singa Perbangsa yang dinilai memiliki nilai historis tinggi.
Asep Ari menilai keberadaan situs-situs tersebut masih belum banyak diketahui publik, sehingga perlu diperkenalkan lebih luas agar mendapat perhatian dan pelestarian yang layak.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan seni budaya dari Tasikmalaya, Garut, Purwakarta, hingga Cianjur. Kehadiran mereka menambah semarak acara sekaligus memperkuat jaringan pelestari budaya Sunda lintas daerah.
Dukungan juga datang dari tokoh budaya Sunda Kabupaten Ciamis, termasuk H. Acep Rosbiah yang dikenal aktif dalam berbagai gerakan kebudayaan di wilayah Priangan Timur.
Asep Ari berharap generasi muda di Mekar Mukti dan sekitarnya semakin peduli terhadap adat istiadat Sunda agar budaya tersebut tidak hilang ditelan arus modernisasi.
“Jangan sampai Sunda yang benar-benar Sunda itu hilang di mata orang Sunda sendiri,” tegasnya.
Meski berlangsung hanya satu hari, kegiatan ini memberikan pesan mendalam tentang pentingnya budaya sebagai identitas dan kebanggaan bersama.
Dengan terselenggaranya Gelar Budaya ini, Desa Mekar Mukti menegaskan diri sebagai salah satu wilayah yang aktif menjaga warisan leluhur demi keberlanjutan budaya Sunda di masa depan.
Fauzi







Komentar