Kebakaran Besar Landa Pabrik Triplek di Kuningan, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Berita, Daerah6 Dilihat

KUNINGAN, GALUH.INFO – Kebakaran besar melanda sebuah pabrik triplek di Desa Sampora, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Sabtu (25/7/2026). Kobaran api yang disertai kepulan asap hitam pekat menarik perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial karena terlihat dari berbagai wilayah di sekitar lokasi kejadian.

Informasi awal mengenai peristiwa tersebut beredar melalui sejumlah unggahan media sosial. Salah satunya akun Instagram @kuninganmass yang memperlihatkan kobaran api melahap sebagian kawasan pabrik.

“Laporan kebakaran Pabrik Triplek Sampora, baru saja terjadi hari ini,” tulis akun tersebut.

Damkar Terima Laporan Sejak Pagi

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah menerima informasi, petugas segera mengerahkan personel dan armada pemadam menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung menyusun strategi pemadaman untuk mengendalikan api dan mencegah kobaran merambat ke bangunan lain di sekitar kawasan industri.

Langkah cepat tersebut dilakukan karena lokasi pabrik menyimpan banyak material yang mudah terbakar.

Damkar, TNI, Polri, dan Warga Berupaya Jinakkan Api

Hingga berita ini disusun, petugas Damkar masih berjibaku memadamkan api. Aparat TNI, kepolisian, dan warga sekitar turut membantu proses penanganan kebakaran.

Asap hitam pekat terus membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Kepulan asap bahkan terlihat dari radius beberapa kilometer sehingga mengundang perhatian pengguna jalan dan warga sekitar.

Petugas terus menyemprotkan air ke titik-titik api untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah kobaran meluas ke area lain.

Material Kayu Diduga Mempercepat Rambatan Api

Proses pemadaman menghadapi kendala karena pabrik menyimpan material kayu, lem, dan berbagai bahan baku pembuatan triplek yang mudah terbakar.

Kondisi tersebut membuat api cepat menjalar ke sejumlah bangunan produksi. Petugas harus bekerja ekstra agar kobaran tidak mencapai area penyimpanan lain yang berpotensi memperbesar kebakaran.

Karakteristik industri berbahan kayu juga meningkatkan risiko munculnya titik api baru meski petugas telah melakukan penyemprotan.

Petugas Berupaya Lindungi Gudang Penyimpanan

Damkar mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam beserta puluhan personel untuk mengendalikan situasi. Fokus utama petugas saat ini adalah melokalisasi api agar tidak merembet ke gudang penyimpanan maupun bangunan lain di dalam kompleks pabrik.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga terus memantau kondisi sekitar untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kobaran baru akibat material yang masih menyimpan panas.

Seluruh Pekerja Berhasil Dievakuasi

Laporan sementara menyebutkan para pekerja berhasil keluar dari area pabrik sesaat setelah kebakaran terjadi. Petugas kemudian melakukan pendataan terhadap seluruh karyawan guna memastikan tidak ada pekerja yang masih berada di dalam lokasi.

Hingga Sabtu (25/7/2026) pukul 15.00 WIB, pihak berwenang belum menerima laporan resmi mengenai korban jiwa maupun jumlah kerugian material akibat kebakaran tersebut.

Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan. Aparat akan melakukan olah tempat kejadian perkara setelah proses pemadaman selesai dan kondisi lokasi dinyatakan aman.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat tidak mendekati area kebakaran agar tidak mengganggu proses pemadaman maupun penyelidikan. Informasi resmi mengenai penyebab kebakaran dan dampak yang ditimbulkan akan disampaikan setelah proses penanganan selesai.

fauzi

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar