Kemarau di Ciamis, Air Embung Rancabungur Menyusut Drastis, Warga Mulai Kesulitan Air Bersih

Kemarau Picu Penyusutan Air Embung Rancabungur

Berita, Daerah13 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Musim kemarau mulai memberikan dampak serius di Kabupaten Ciamis. Volume air Embung atau Situ Rancabungur di Cimandala, Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis, menyusut drastis sehingga warga sekitar mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Pantauan di lokasi pada Senin (13/7/2026) menunjukkan air hanya tersisa di bagian tengah embung yang memiliki kedalaman lebih besar. Sementara itu, sebagian besar dasar embung telah mengering akibat minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut langsung memengaruhi ketersediaan air tanah. Warga yang selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber air bersih mulai merasakan penurunan debit air secara signifikan.

Sumur Warga Mulai Mengering

Salah seorang warga, Yogi, mengatakan air sumur di sekitar embung terus mengalami penyusutan selama musim kemarau berlangsung.

“Air sumur sudah susut sekitar 12 meter,” kata Yogi.

Ia menjelaskan hampir seluruh warga di sekitar Embung Rancabungur masih mengandalkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari karena wilayah tersebut belum terlayani jaringan PDAM.

Menurutnya, apabila hujan tidak segera turun dalam dua hingga tiga bulan ke depan, warga terpaksa mencari sumber air ke kampung lain yang masih memiliki mata air.

“Hujan tidak turun dua hingga tiga bulan, sumur warga sudah mengering. Sumur di sini airnya resapan dari embung,” ujarnya.

Embung Berfungsi Sebagai Daerah Resapan Air

Yogi menjelaskan Embung Rancabungur selama ini berfungsi sebagai kawasan resapan yang menjaga ketersediaan air tanah bagi sumur-sumur warga.

Ia menegaskan air embung tidak digunakan untuk mengairi lahan pertanian karena embung hanya mengandalkan tampungan air hujan.

“Air embungnya enggak pernah penuh, ini tadah hujan. Manfaatnya sebagai resapan untuk sumur-sumur warga,” jelasnya.

Karena bergantung sepenuhnya pada curah hujan, penurunan volume air embung langsung berdampak terhadap kondisi sumur warga di sekitarnya.

Warga Manfaatkan Dasar Embung untuk Menanam Sayuran

Seiring menyusutnya air embung, warga memanfaatkan lahan yang mengering untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, dan kacang tanah.

Selain menjadi sumber tambahan penghasilan, kegiatan tersebut juga bertujuan mencegah rumput liar memenuhi area embung selama musim kemarau.

Namun, aktivitas tersebut hanya bisa berlangsung selama masih tersedia air untuk menyiram tanaman.

“Warga yang mau, mereka menanam sayuran. Kangkung, kacang tanah, bayam,” ujar Yogi.

Ia mengingatkan apabila sisa air di tengah embung ikut mengering, warga tidak lagi dapat merawat tanaman yang sudah ditanam.

“Enggak ada air untuk menyiram sayurannya. Jangankan menyiram sayur, untuk mandi saja enggak ada,” katanya.

Kemarau Perlu Diantisipasi Sejak Dini

Penyusutan air Embung Rancabungur menjadi gambaran nyata dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Ciamis. Ketergantungan masyarakat terhadap air sumur membuat penurunan debit embung langsung memengaruhi kebutuhan rumah tangga.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya langkah antisipasi dari pemerintah bersama masyarakat, mulai dari pengelolaan sumber daya air, penyediaan bantuan air bersih, hingga upaya konservasi daerah resapan agar dampak kekeringan tidak semakin meluas.

Jika musim kemarau berlangsung lebih panjang, kebutuhan air bersih akan terus meningkat sehingga pemerintah perlu segera dan berkelanjutan menangani kondisi tersebut agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

fauzi

Komentar