Kemarau Keringkan Situ Gede Tasikmalaya, Wisata Lesu dan Penghasilan Pelaku Usaha Merosot

Daerah, Nasional9 Dilihat

TASIKMALAYA, GALUH.INFO – Musim kemarau mulai memberi dampak besar terhadap sektor pariwisata di Kota Tasikmalaya. Volume air Situ G elama beberapa pekan terakhir.

Penyusutan air Membuat sebagian besar dasar danau terlihat di permukaan. Hamparan rumput mulai menutupi sejumlah titik yang sebelumnya tergenang air. Kondisi itu mengubah wajah danau sekaligus memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor wisata.

Volume Air Menyusut Drastis

Situ Gede memiliki luas sekitar 47 hektare. Namun, saat ini volume air yang tersisa diperkirakan hanya sekitar 20 persen dari kondisi normal.

Berkurangnya debit air terjadi karena pasokan dari irigasi Sungai Cibanjaran ikut menurun selama musim kemarau. Akibatnya, fungsi danau sebagai kawasan wisata maupun sumber air ikut terganggu.

Kondisi tersebut juga berdampak pada lahan pertanian di sekitar kawasan yang mulai menghadapi ancaman kekeringan.

Penyedia Jasa Perahu Terhenti Beroperasi

Dampak paling besar dirasakan penyedia jasa perahu wisata. Mereka menghentikan seluruh aktivitas karena kedalaman air tidak lagi memungkinkan perahu beroperasi dengan aman.

Salah seorang penyedia jasa perahu, Diki, mengaku memilih menghentikan aktivitas sambil menunggu kondisi danau kembali normal.

“Sudah jadi risiko kami, istirahat saja dulu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada hari libur biasanya mampu melayani sekitar sepuluh kali perjalanan wisata. Namun, selama hampir satu bulan terakhir, tidak ada lagi aktivitas penyewaan perahu.

Menurutnya, memaksakan perahu tetap beroperasi justru berisiko merusak mesin dan badan perahu karena batu-batu di dasar danau kini muncul ke permukaan.

Pedagang Kuliner Kehilangan Pembeli

Penurunan jumlah wisatawan juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha kuliner di kawasan Situ Gede.

Seorang pedagang, Mumu, mengatakan omzet usahanya turun tajam karena kunjungan wisatawan berkurang sekitar 50 persen.

Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya merugikan pedagang makanan, tetapi juga penyedia jasa wisata yang kehilangan seluruh sumber penghasilan.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah segera menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menarik kembali kunjungan masyarakat.

Menurutnya, bazar, pameran, maupun agenda pariwisata dapat membantu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan Situ Gede.

Muncul Pemandangan Baru di Tengah Kemarau

Selain berdampak pada perekonomian masyarakat, penyusutan air Situ Gede juga menghadirkan pemandangan yang berbeda.

Hamparan rumput hijau kini terlihat di sejumlah bagian danau. Puluhan burung kuntul juga tampak mencari makan di area yang sebelumnya tertutup air.

Pemandangan tersebut menarik perhatian sebagian warga yang datang untuk menikmati suasana sekaligus mengabadikan momen langka tersebut.

Meski demikian, masyarakat tetap berharap musim hujan segera datang agar volume air Situ Gede kembali normal. Dengan pulihnya kondisi danau, aktivitas wisata diharapkan kembali bergeliat sehingga pendapatan pelaku usaha dan perekonomian masyarakat sekitar dapat kembali meningkat.

FAUZI

Komentar

News Feed