Kepala SMAN 1 Pontianak Jadi Sorotan, Indang Maryati Tegas Tolak Final Ulang LCC MPR

Sosok Indang Maryati Dinilai Konsisten Perjuangkan Transparansi Pendidikan

Berita, Pendidikan19 Dilihat

GALUH.INFO – Nama Indang Maryati kini ramai menjadi perbincangan publik setelah kontroversi final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.

Publik mulai menyoroti sosok Indang Maryati setelah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, menyampaikan protes langsung saat lomba berlangsung.

Kontroversi muncul ketika dewan juri menyatakan jawaban tim SMAN 1 Pontianak salah. Padahal, peserta dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban serupa dan juri menganggap jawaban tersebut benar.

Josepha Alexandra atau Ocha bersama timnya langsung menyampaikan keberatan di arena lomba. Namun, panitia tetap melanjutkan perlombaan dengan alasan keputusan juri bersifat final.

Indang Maryati Tegas Tolak Final Ulang

Setelah kontroversi tersebut viral, muncul wacana final ulang LCC MPR RI tingkat Kalimantan Barat. Namun, pihak SMAN 1 Pontianak memilih tidak mengikuti final ulang tersebut.

Melalui pernyataan resmi sekolah, Indang Maryati menegaskan bahwa SMAN 1 Pontianak tetap menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan.

Ia juga memastikan sekolah tetap mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.

“SMAN 1 Pontianak tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba ulang sebagaimana informasi yang disampaikan MPR RI,” tegas Indang Maryati.

Indang menjelaskan, sejak awal pihak sekolah hanya meminta kejelasan dan transparansi terhadap proses penilaian saat lomba berlangsung.

Menurutnya, sekolah tidak pernah berniat membatalkan hasil lomba. SMAN 1 Pontianak hanya ingin mendapatkan klarifikasi atas poin yang menjadi perdebatan.

Aktif di Dunia Pendidikan dan Forum Anak

Publik kemudian mencari latar belakang Indang Maryati setelah pernyataannya viral di media sosial.

Indang mulai memimpin SMAN 1 Pontianak sejak Juni 2023. Ia juga menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Sosial di Universitas Tanjungpura pada tahun 2013.

Dalam studi pascasarjana, Indang menulis tesis tentang pola asuh orang tua terhadap perilaku sosial remaja di Kabupaten Kubu Raya.

Selain aktif di sekolah, Indang juga sering terlibat dalam forum pendidikan dan perlindungan anak.

Pada September 2025, ia mengikuti kegiatan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak yang digelar pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Indang juga pernah menjadi pembicara dalam forum kerukunan umat beragama pada Juli 2024. Dalam forum tersebut, ia mengajak generasi muda menjaga toleransi di era digital.

Menurut Indang, sekolah dan universitas harus memperkuat pendidikan multikultural sejak dini agar generasi muda mampu menjaga persatuan.

Sikap Tegas Indang Tuai Dukungan Publik

Sikap tegas Indang Maryati dalam menyikapi polemik LCC MPR RI mendapat banyak dukungan dari masyarakat dan pengguna media sosial.

Publik menilai langkah SMAN 1 Pontianak menunjukkan sikap dewasa dan konsisten dalam memperjuangkan transparansi pendidikan tanpa menjatuhkan pihak lain.

Nama Indang Maryati kini ikut menjadi simbol keberanian dalam memperjuangkan kejelasan dan keadilan di dunia pendidikan.

fauzi

Komentar