CIAMIS, GALUH.INFO – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, KH Saepul Ujun, menegaskan bahwa sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang harmonis dan berkelanjutan. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen untuk terus membangun budaya saling menasihati demi menjaga persatuan.
KH Saepul Ujun menyampaikan pesan tersebut usai menghadiri pelantikan pengurus MUI Desa se-Kecamatan Panumbangan, Kamis (16/7/2026).
Bangun Sinergi demi Kepentingan Umat
Menurut KH Saepul Ujun, ulama dan pemerintah harus berjalan berdampingan dalam mengemban tanggung jawab kepada masyarakat. Karena itu, kedua pihak perlu menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi, dan saling mendukung dalam setiap program pembangunan.
Ia menilai hubungan antara ulama dan pemerintah tidak cukup hanya terjalin secara formal. Sebaliknya, keduanya harus terus bergerak bersama untuk memperkuat nilai keagamaan, menjaga persatuan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hubungan antara ulama dan pemerintah bukan sekadar berdampingan, melainkan berjalan beriringan. Kita harus saling mengingatkan dalam kebaikan, saling mengoreksi secara santun jika ada hal yang kurang tepat, dan menyatukan langkah demi kesejahteraan umat,” ujar KH Saepul Ujun.
Budaya Saling Menasihati Harus Terus Dijaga
Selain menekankan pentingnya sinergi, KH Saepul Ujun juga mengajak seluruh pengurus MUI untuk membangun budaya saling menasihati. Menurutnya, budaya tersebut akan memperkuat kerja sama antara MUI dan pemerintah dalam menjalankan tugas masing-masing.
Ia menjelaskan, MUI memiliki tanggung jawab memberikan masukan berdasarkan nilai-nilai keagamaan. Sementara itu, pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung program pembinaan umat. Oleh sebab itu, kedua pihak harus terus menjaga kemitraan yang sehat dan terbuka.
“Kita harus menjadikan budaya saling menasihati sebagai pondasi. MUI mengingatkan jalannya pemerintahan sesuai nilai keagamaan, sementara pemerintah mendukung tugas dan peran MUI dalam pembinaan masyarakat. Sinergi yang terjaga akan melahirkan kebijakan yang bijak dan diterima seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Pengurus MUI Desa Diminta Perkuat Komunikasi
Selanjutnya, KH Saepul Ujun berharap pengurus MUI tingkat desa yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta mereka memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat.
Menurutnya, pengurus MUI desa memiliki peran strategis sebagai penghubung antara ulama dan pemerintah. Karena itu, mereka perlu menjaga suasana yang kondusif, mempererat persaudaraan, serta ikut mengawal pembangunan yang berlandaskan nilai keimanan dan persatuan.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, KH Saepul Ujun optimistis sinergi antara MUI, pemerintah, dan masyarakat akan semakin kuat. Pada akhirnya, kolaborasi itu mampu menghadirkan pembangunan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Ciamis.
lili Romli










Komentar