Komisi Aplikasi Ojol 8 Persen Resmi Berlaku, Respons Driver Beragam

Berita, Daerah25 Dilihat

JAKARTA | GALUH.INFO Kebijakan pemerintah yang membatasi potongan komisi aplikasi ojek online (ojol) menjadi maksimal 8 persen mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026).

Namun, pada hari pertama penerapannya, sejumlah pengemudi mengaku belum merasakan manfaat secara nyata.

Beberapa pengemudi di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, justru mengeluhkan jumlah order yang menurun dan pendapatan per perjalanan yang lebih kecil dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Leman (52), salah seorang pengemudi, mengaku hingga siang hari hanya menerima tiga order. Padahal, pada hari biasa ia bisa memperoleh sekitar 15 perjalanan pada waktu yang sama.

“Biasanya kita terdekat itu Rp10.400 atau Rp10.500, sekarang menjadi Rp10.200. Harapan kami kalau potongan turun, pendapatan bersih bisa naik, tapi kenyataannya malah turun,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Hendrawan (30). Ia menyebut jumlah order yang diterima turun hampir separuh dibandingkan biasanya.

Di sisi lain, tidak semua pengemudi mengalami kondisi serupa. Soni (42) mengaku justru memperoleh lebih banyak order pada hari pertama penerapan kebijakan tersebut.

Driver Masih Menunggu Kepastian Potongan

Para pengemudi menilai dampak kebijakan baru belum dapat disimpulkan karena sistem pemotongan komisi baru akan terlihat pada laporan transaksi keesokan harinya.

Andrian (27) berharap kebijakan tersebut benar-benar membuat pengemudi menerima 92 persen dari tarif perjalanan sesuai ketentuan baru.

Sementara itu, Soni mengatakan para mitra masih menunggu transparansi dari perusahaan aplikasi terkait mekanisme potongan komisi.

Harapan Driver

Selain meminta perusahaan aplikasi membatasi potongan komisi maksimal 8 persen,

para pengemudi juga mendesak perusahaan membuka informasi mengenai perhitungan pendapatan dan biaya layanan secara lebih transparan.

Menurut mereka, keberhasilan kebijakan ini baru dapat diukur setelah perusahaan menyediakan laporan transaksi harian. Dengan data tersebut,

para pengemudi dapat membandingkan pendapatan bersih sebelum dan sesudah aturan berlaku.

fauzi

Komentar