Krisis Air Bersih di Pangandaran Meluas, Lima Desa Ajukan Bantuan

Berita, Daerah17 Dilihat

PANGANDARAN, GALUH.INFO – Dampak musim kemarau di Kabupaten Pangandaran semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat lima desa di empat kecamatan telah mengajukan permohonan bantuan air minum karena pasokan air bersih mulai menurun.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan resmi dari desa yang menyatakan wilayahnya mengalami kekeringan total. Namun, sejumlah daerah sudah mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air minum warga.

“Sampai sekarang memang belum ada laporan resmi dari desa yang menyatakan wilayahnya mengalami kekeringan total. Yang ada baru permohonan bantuan air minum karena pasokan air mulai berkurang di beberapa titik,” kata Dodo.

Permohonan Bantuan Air Terus Bertambah

BPBD mencatat permohonan bantuan air minum datang dari desa-desa yang tersebar di Kecamatan Padaherang, Kalipucang, Parigi, dan Mangunjaya. Dari empat kecamatan tersebut, Mangunjaya menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak karena ketersediaan air bersih terus menurun selama musim kemarau.

“Saat ini sudah ada sekitar lima desa yang mengajukan permohonan bantuan air minum. Desa-desa itu tersebar di Kecamatan Padaherang, Kalipucang, Parigi, dan Mangunjaya. Mangunjaya menjadi salah satu kecamatan yang memang mengalami kendala ketersediaan air,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan air, BPBD juga terus memantau kondisi di lapangan. Petugas memperbarui data wilayah terdampak agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Mangunjaya Jadi Wilayah yang Paling Terdampak

Di antara wilayah yang mengajukan bantuan, Kecamatan Mangunjaya menjadi salah satu daerah yang paling merasakan dampak musim kemarau. Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih warga semakin mendesak, terutama untuk kebutuhan air minum sehari-hari.

BPBD menilai pemantauan lapangan perlu dilakukan secara berkala agar distribusi bantuan menjangkau desa-desa yang paling membutuhkan. Dengan begitu, BPBD dapat menangani krisis air bersih lebih cepat sebelum kondisinya semakin memburuk.

Pemerintah Siapkan Sumur Bor

Sementara itu, pemerintah mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih lama. Salah satu upaya yang pemerintah lakukan ialah membangun sumur bor di sejumlah titik rawan kekeringan.

Dodo menjelaskan Dinas Pekerjaan Umum telah menyiapkan 15 titik sumur bor. Selain itu, Kodim juga ikut mendukung penyediaan sumur bor. BNPB pun menambah satu unit sumur bor untuk memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Untuk tahap awal, Dinas Pekerjaan Umum sudah menyiapkan 15 titik sumur bor. Kemudian Kodim juga ikut menyiapkan sumur bor, dan dari BNPB ada satu unit sumur bor yang disiapkan,” jelasnya.

Seluruh Wilayah Pangandaran Berpotensi Terdampak

BPBD juga telah memetakan potensi kekeringan di seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran. Hasil pemetaan menunjukkan seluruh kecamatan memiliki tingkat kerawanan sedang hingga berat karena para petugas memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung cukup panjang.

“Kalau melihat peta kerawanan, seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran memiliki potensi terdampak kekeringan dengan kategori sedang sampai berat.

“Tidak ada wilayah yang masuk kategori ringan karena musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang,” kata Dodo.

Karena itu, BPBD mengimbau pemerintah desa dan masyarakat segera melaporkan apabila pasokan air bersih mulai berkurang agar petugas dapat menyalurkan bantuan lebih cepat.

BPBD Sudah Salurkan 15.000 Liter Air Bersih

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Pangandaran telah menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada warga di tiga desa yang lebih dulu mengalami krisis air bersih. Ketiga desa tersebut adalah Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang, Desa Parakanmanggu di Kecamatan Parigi, dan Desa Mangunjaya di Kecamatan Mangunjaya.

BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan musim kemarau dan memperluas distribusi bantuan apabila jumlah desa terdampak terus bertambah. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat agar kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

FAUZI

Komentar