Lebaran Yatim 2026, Kemenag Ciamis Salurkan Santunan kepada 2.345 Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

Berita, Daerah58 Dilihat

CIAMIS | GALUH.INFO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 di Aula Kemenag Ciamis, Kamis (25/6/2026).

Program tersebut menghadirkan kebahagiaan bagi ribuan anak yatim dan penyandang disabilitas melalui penyaluran santunan serta paket sembako.

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Ciamis, BAZNAS Kabupaten Ciamis, Dewan Masjid Indonesia (DMI),

Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga amil zakat, mitra perbankan, serta berbagai lembaga sosial.

Wujud Kepedulian untuk Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim, menjelaskan bahwa Lebaran Yatim merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan masyarakat kepada anak-anak yatim serta penyandang disabilitas.

Menurutnya, perhatian terhadap kelompok rentan harus terus diperkuat agar mereka merasakan kasih sayang dan dukungan dari lingkungan sekitar.

“Anak-anak yatim dan penyandang disabilitas harus merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada masyarakat, pemerintah, dan berbagai lembaga yang peduli terhadap masa depan mereka,” ujar Asep Lukman Hakim.

Sebanyak 2.345 Penerima Manfaat

Pada pelaksanaan tahun 2026, Kemenag Kabupaten Ciamis menyalurkan bantuan kepada 2.345 penerima manfaat

yang terdiri dari 2.066 anak yatim dan 20 penyandang disabilitas, serta penerima manfaat lainnya sesuai data program.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan santunan uang tunai yang berasal dari dana zakat, infak, sedekah, serta dukungan berbagai mitra dan lembaga sosial.

Sebanyak 259 penerima manfaat menerima santunan secara simbolis di Aula Kemenag Ciamis. Sementara 2.086 penerima lainnya

memperoleh bantuan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis selama 1 hingga 10 Muharam 1448 Hijriah.

Pemkab Ciamis Dorong Budaya Berbagi

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Ciamis, Anwar, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya berbagi kepada sesama.

Menurutnya, anak-anak yatim, dhuafa, dan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk merasakan kebahagiaan dan perhatian dari lingkungan sekitar.

“Momentum ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak boleh hanya dirasakan sebagian orang.

Anak-anak yatim, dhuafa, dan penyandang disabilitas juga berhak merasakan perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan,” katanya.

Santunan Diharapkan Berlanjut Menjadi Program Pemberdayaan

Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong penguatan kolaborasi antara lembaga keagamaan,

dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan budaya zakat, infak, dan sedekah.

Anwar berharap program santunan tidak berhenti sebagai bantuan jangka pendek, tetapi berkembang menjadi program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.

“Kami ingin anak-anak yatim dan penyandang disabilitas tidak hanya menerima bantuan,

tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berkembang, memiliki keterampilan, dan mencapai kemandirian di masa depan,” ujarnya.

Ia juga berharap bantuan tersebut mampu menumbuhkan semangat, rasa percaya diri, serta motivasi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Fauzi

Komentar