Longsor Tutup Jalan Kabupaten di Selacai Ciamis, BPBD Waspadai Susulan

Berita, Daerah10 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Tebing tanah longsor menutup akses jalan kabupaten di Dusun Cintutup, RT 005/RW 007, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Material tanah dari tebing yang longsor menutup badan jalan kabupaten sekaligus saluran irigasi Nanggela. Kondisi tersebut membuat akses kendaraan di titik terdampak tidak dapat dilalui.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, longsor diduga dipicu resapan air dari saluran irigasi Nanggela.

Tebing yang terdampak memiliki panjang sekitar 100 meter, lebar 35 meter, dan kedalaman sekitar 20 meter.

Jalan Kabupaten Terputus Sepanjang 100 Meter

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani mengatakan, material longsoran membuat akses jalan kabupaten terputus pada titik kejadian.

“Longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WIB akibat resapan air dari saluran irigasi Nanggela. Material longsoran kemudian menutup dan memutus jalan kabupaten,” ujar Ani melalui keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Jalan kabupaten tersebut merupakan salah satu akses alternatif jalur Kawali-Sukadana-Cisaga melalui Gardu.

Pada titik terdampak, jalan terputus sepanjang sekitar 100 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter. Kedalaman jalan yang terdampak mencapai sekitar 10 meter.

Kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat yang biasa menggunakan jalur tersebut terganggu. Untuk sementara, masyarakat diimbau menggunakan akses lain hingga proses penanganan selesai.

BPBD Waspadai Potensi Longsor Susulan

Meski material longsor menutup jalan, BPBD Ciamis memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Hingga laporan diterima, belum ada warga yang dilaporkan menjadi korban akibat bencana tanah longsor tersebut.

Namun, kondisi tanah di sekitar lokasi masih menjadi perhatian. BPBD mengingatkan adanya potensi pergerakan tanah atau longsor susulan.

“Untuk sementara kondisi tanah masih perlu diwaspadai karena ada potensi longsor susulan. Kami bersama aparat setempat melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi di lapangan,” kata Ani.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mendekati area longsoran apabila tidak memiliki kepentingan. Kondisi tanah yang masih labil dapat meningkatkan risiko apabila terjadi pergerakan tanah kembali.

Penanganan Membutuhkan Alat Berat

BPBD Ciamis bersama aparat setempat telah melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi kejadian.

Namun, penanganan material longsoran membutuhkan dukungan alat berat. Peralatan tersebut diperlukan untuk menyingkirkan material tanah yang menutup badan jalan sekaligus membuka kembali akses masyarakat.

“Untuk penanganan, kebutuhan mendesaknya adalah alat berat. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Ani.

Selain badan jalan, saluran irigasi Nanggela juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian dalam proses penanganan.

Kondisi tanah yang masih labil dikhawatirkan dapat kembali bergerak sehingga penanganan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi tebing dan saluran irigasi di sekitar lokasi.

BPBD Ciamis selanjutnya berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk DPUPRP Kabupaten Ciamis dan BBWS, untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Warga Diminta Gunakan Akses Lain

Sementara itu, masyarakat yang biasa menggunakan jalur Kawali-Sukadana-Cisaga melalui Gardu diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Warga juga diminta menggunakan jalur alternatif selama proses penanganan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko keselamatan di sekitar lokasi longsor.

BPBD bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi tanah dan dampak longsoran di lokasi.

Penanganan selanjutnya akan diarahkan pada pembersihan material serta upaya membuka kembali akses jalan kabupaten yang terputus akibat longsor.

uzi

Komentar