Mie Golosor dan Bakso H. Oding, Jejak Kuliner Ciamis Sejak 1955

Berita, Daerah365 Dilihat
CIAMIS, GALUH.INFO – Mie golosor menjadi salah satu kuliner yang melekat dengan kehidupan masyarakat Ciamis. Tekstur mie yang lembut dan licin membuat makanan ini memiliki karakter berbeda dari mie pada umumnya.

Masyarakat menggunakan tepung kanji sebagai salah satu bahan utama mie golosor. Mereka mengolahnya menjadi mie berukuran lebih besar dengan tekstur yang mudah diseruput. Karena karakter tersebut, masyarakat mengenalnya dengan istilah “golosor”.

Salah satu kisah panjang mie golosor hadir melalui Bakso H. Oding atau yang populer dengan nama Bakso Aga. Usaha kuliner tersebut mulai berdiri pada 1955 dan terus mempertahankan penggunaan mie golosor dalam sajian baksonya.

Bakso H. Oding Memulai Perjalanan pada 1955

Sejarah Bakso H. Oding memberikan gambaran bagaimana kuliner lokal dapat bertahan selama puluhan tahun.

Sumber lokal mencatat usaha tersebut mulai berdiri pada 1955. Dari masa ke masa, pengelola mempertahankan racikan bakso sekaligus penggunaan mie golosor sebagai bagian dari ciri khas sajian.

Kombinasi bakso, mie golosor, kuah panas, dan pelengkap membuat makanan tersebut memiliki identitas tersendiri.

Keberadaan usaha yang bertahan selama puluhan tahun juga memperlihatkan bahwa kuliner tidak hanya bergantung pada tren. Konsistensi rasa dan kemampuan mempertahankan ciri khas menjadi bagian penting dalam menjaga pelanggan.

Mengapa Disebut Mie Golosor?

Nama “golosor” merujuk pada karakter mie yang mudah meluncur atau diseruput. Mie ini memiliki tekstur licin dan lembut sehingga berbeda dari mie berbahan tepung terigu yang umum masyarakat temukan.

Sumber kuliner Ciamis menjelaskan bahwa mie golosor menggunakan tepung kanji dan memiliki ukuran yang relatif besar. Masyarakat dapat mengolahnya menjadi mie goreng, mie kuah, atau bagian dari sajian bakso.

Karakter tersebut membuat mie golosor mudah dikenali. Ketika masyarakat menyebut mie golosor, mereka tidak hanya membicarakan jenis mie, tetapi juga mengingat tradisi kuliner yang berkembang di Ciamis.

Dari Generasi Lama ke Konsumen Masa Kini

Perubahan zaman tidak menghilangkan keberadaan mie golosor. Justru, kuliner tersebut terus muncul dalam berbagai tempat makan dan sajian masyarakat.

Visit Ciamis mencatat sejumlah rumah makan yang menawarkan menu tradisional Sunda dengan mie golosor. Salah satunya menghadirkan mie golosor bersama berbagai menu khas Sunda lainnya.

Kondisi itu menunjukkan bahwa mie golosor dapat beradaptasi dengan perkembangan kuliner.

Masyarakat juga dapat menikmati mie golosor bersama bakso, kuah, sayuran, maupun berbagai pelengkap lain. Pengembangan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mempertahankan makanan tradisional sekaligus mengikuti selera konsumen.

Kuliner Lama Menjadi Identitas Ciamis

Perjalanan mie golosor dan Bakso H. Oding memperlihatkan hubungan antara makanan dan sejarah ekonomi masyarakat.

Sebuah usaha kuliner yang berdiri sejak 1955 mampu melewati berbagai perubahan zaman. Di sisi lain, mie golosor tetap mempertahankan karakter yang membuatnya berbeda.

Pada 2026, masyarakat masih mengenal mie golosor sebagai bagian dari kuliner khas Ciamis. Makanan tersebut menjadi contoh bahwa pelestarian budaya tidak selalu berlangsung melalui upacara atau benda bersejarah.

Warisan budaya juga dapat hidup melalui sepiring makanan yang masyarakat nikmati setiap hari.

fauzi

Komentar