Pasanggiri Ujang Nyai Ciamis 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Budaya Sunda

Ajang Budaya Meriahkan Hari Jadi Ciamis ke-384

Berita, Daerah45 Dilihat

CIAMIS | GALUH.INFO Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong pelestarian budaya daerah di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.

Komitmen tersebut terlihat melalui penyelenggaraan Pasanggiri Ujang Nyai ke-9 Tahun 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384.

Panitia menggelar Grand Final Pasanggiri Ujang Nyai di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Minggu (7/6/2026).

Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Generasi Muda Jadi Garda Pelestari Budaya

Pasanggiri Ujang Nyai menghadirkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Ciamis.

Para peserta menunjukkan kemampuan, wawasan budaya, kepribadian, serta kecintaan terhadap budaya Sunda.

Kegiatan ini tidak hanya menampilkan bakat generasi muda. Panitia juga menjadikan ajang tersebut sebagai ruang pembelajaran budaya bagi para peserta.

Pemerintah Kabupaten Ciamis mendorong generasi muda untuk menjadi pewaris sekaligus penjaga identitas budaya Tatar Galuh.

Ketua TP PKK Tekankan Pentingnya Menjaga Budaya

Dalam sambutannya, Hj. Kania Ernawati Herdiat menegaskan bahwa kemajuan bangsa harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan budayanya sendiri. Budaya merupakan akar sejarah peradaban yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Menurut Kania, Pasanggiri Ujang Nyai tidak hanya mencari peserta terbaik.

Ajang tersebut juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai budaya Sunda kepada generasi muda.

Ia menilai peserta Pasanggiri Ujang Nyai berpotensi menjadi duta budaya yang mampu memperkenalkan identitas Kabupaten Ciamis kepada masyarakat luas.

Tiga Pesan untuk Generasi Tatar Galuh

Kania menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh peserta.

Pertama, generasi muda harus mengenali dan memahami akar budayanya melalui pembelajaran bahasa Sunda, sejarah Galuh, dan kesenian daerah.

Kedua, generasi muda perlu menjaga dan menghidupkan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, generasi muda harus mampu menyesuaikan tradisi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri budaya.

“Melestarikan budaya bukan berarti menolak perubahan. Generasi muda harus mampu menjembatani tradisi seiring perkembangan zaman, sehingga budaya Sunda tetap terasa dekat, menarik, dan diterima oleh anak-anak muda,” tuturnya.

Sarana Pembinaan Karakter dan Wawasan Budaya

Pemerintah Kabupaten Ciamis memandang Pasanggiri Ujang Nyai sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda.

Kegiatan ini menggabungkan unsur pendidikan, budaya, etika, dan pengembangan potensi diri.

Panitia berharap para peserta tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya daerah.

Para pemenang nantinya akan menjadi representasi generasi muda Tatar Galuh yang siap memperkenalkan budaya Ciamis ke tingkat yang lebih luas.

Dinas Pariwisata Dorong Pelestarian Budaya Berkelanjutan

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, menyebut Pasanggiri Ujang Nyai sebagai program strategis dalam pelestarian budaya Sunda.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Pasanggiri Ujang Nyai bukan sekadar ajang pencarian bakat, namun menjadi sarana edukasi dan pembinaan generasi muda agar mengenal, mencintai, dan mampu menjadi pelaku pelestarian budaya daerah,” kata Heryan.

Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi aktor utama dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.

Budaya Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Ciamis terus menempatkan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

Selain membangun sektor ekonomi dan infrastruktur, pemerintah juga fokus memperkuat karakter masyarakat melalui pelestarian budaya.

Pasanggiri Ujang Nyai ke-9 Tahun 2026 menjadi bukti nyata upaya tersebut.

Melalui kegiatan ini, Ciamis ingin melahirkan generasi muda yang berbudaya, berprestasi, dan mampu menjaga warisan budaya Tatar Galuh di masa depan.

Fauzi

Komentar