Pemkab Ciamis dan BPS Canangkan Desa Cantik 2026, Perkuat Peran Data untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berita, Daerah, Nasional19 Dilihat

CIAMIS | GALUH INFO — Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan berbasis data di tingkat desa. Kegiatan ini digelar di Aula Kantor BPS Ciamis dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi, Rabu (8/4/2026).

Pencanangan Desa Cantik menjadi bagian penting dalam upaya mendorong desa agar mampu mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih modern, transparan, dan berbasis bukti.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala BPS Ciamis, Kepala Dinas Kominfo, Kepala DPMD, Kepala Dinas KB, Kepala Bapperida, Rektor Universitas Galuh, para camat, serta kepala desa dari wilayah yang menjadi sasaran program.

Dalam sambutannya, Sekda Ciamis Andang Firman Triyadi menegaskan bahwa data kini telah menjadi kebutuhan mendasar hingga ke tingkat desa. Menurutnya, desa sebagai ujung tombak pembangunan harus mampu menyajikan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi senjata utama dalam merancang pembangunan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan aparatur desa dalam mengelola informasi menjadi sangat penting. Program Desa Cantik hadir sebagai solusi untuk meningkatkan literasi statistik serta membentuk sumber daya manusia desa yang unggul dalam pengelolaan data.

Lebih lanjut, Andang menjelaskan bahwa pembangunan berbasis data sejalan dengan visi Kabupaten Ciamis dalam menciptakan daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Data yang berkualitas diyakini mampu mendorong lahirnya inovasi serta meningkatkan produktivitas masyarakat desa.

Menurutnya, desa yang mandiri adalah desa yang mampu menentukan arah pembangunan berdasarkan data yang dimiliki, bukan sekadar asumsi atau perkiraan semata.

Ia juga mengajak seluruh kepala desa untuk mengubah cara pandang terhadap data, dari yang sebelumnya dianggap sebagai beban administrasi menjadi alat strategis dalam perencanaan pembangunan.

“Dengan data yang kuat, desa dapat lebih percaya diri dalam menyusun program, memperjuangkan anggaran, serta menggali potensi lokal secara optimal,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan komitmen serta pencanangan tiga desa sebagai Desa Cinta Statistik tahun 2026, yakni Desa Medanglayang Kecamatan Panumbangan, Desa Sirnabaya Kecamatan Rajadesa, dan Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku.

Ketiga desa tersebut akan menjadi lokus pembinaan selama periode April hingga Juli 2026, dengan fokus pada penguatan pengelolaan data sektoral, peningkatan literasi statistik, serta pemanfaatan teknologi informasi.

Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Lukman, menyampaikan bahwa program Desa Cantik merupakan bagian dari implementasi agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan dari tingkat desa.

Ia menjelaskan, sejak diluncurkan pada 2021, program Desa Cantik telah melahirkan desa-desa percontohan yang mampu mengelola data secara mandiri dan inovatif.

“Tiga desa yang dicanangkan hari ini merupakan kelanjutan estafet dari desa-desa sebelumnya yang telah berhasil menjadi pelopor desa berbasis data,” ungkapnya.

Melalui program ini, pemerintah berharap desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif dalam menentukan arah kebijakan berbasis data yang akurat dan terpercaya.

Dengan penguatan kapasitas statistik di tingkat desa, diharapkan pembangunan di Kabupaten Ciamis ke depan semakin terarah, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

FAUZI / GI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed