Peserta Lomba Karaoke HUT ke-81 RI di Ciamis Meninggal Saat Bernyanyi di Atas Panggung

Berita, Daerah268 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah menjadi duka. Seorang perempuan peserta lomba karaoke tiba-tiba jatuh saat sedang bernyanyi di atas panggung hingga akhirnya meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar dua minggu sebelum peringatan HUT ke-81 RI. Pemerintah Desa Margaluyu membenarkan kejadian itu. Sekretaris Desa Margaluyu, Herlan Marzuki, menjelaskan bahwa perempuan tersebut tampil sebagai peserta yang mewakili RW 002.

Herlan menyampaikan keterangan tersebut saat dikonfirmasi pada Senin, 17 Agustus 2026. Menurutnya, perlombaan karaoke menjadi salah satu kegiatan warga untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.

“Iya (betul), itu terjadi dua minggu lalu ketika almarhumah mendapat giliran untuk tampil dari perwakilan RW 002. Waktu itu ada lomba karaoke dalam rangka memperingati HUT RI ke-81,” kata Herlan.

Almarhumah Sempat Menyelesaikan Lagu Pertama

Sebelum kejadian, tidak terlihat tanda-tanda kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan. Bahkan, peserta tersebut mampu menyelesaikan lagu pertama dengan baik.

Setelah lagu pertama selesai, almarhumah melanjutkan penampilannya dengan lagu kedua. Namun, ketika sedang bernyanyi, kondisi berubah secara tiba-tiba. Ia jatuh di atas panggung dan membuat warga serta panitia langsung panik.

“Setelah lagu pertama selesai, lanjut lagu kedua. Allah lebih menyayangi almarhumah, pada saat itu beliau jatuh,” ujar Herlan.

Menurut Herlan, almarhumah memang memiliki hobi bernyanyi. Ia juga mengenal almarhumah sebagai perempuan yang memiliki suara cukup merdu.

Keterangan dari pemerintah desa menyebutkan bahwa sebelum tampil, almarhumah juga tidak menunjukkan gangguan kesehatan. Bahkan, ketika menyanyikan lagu pertama, ia terlihat ceria dan mampu tampil seperti biasa.

“Tidak ada (tanda-tanda), sehat-sehat saja. Tapi dengar kabar malamnya sudah latihan dulu di rumahnya, tidak tahu sampai jam berapa. Di lagu pertama juga tidak ada tanda-tanda seperti kurang tidur, ceria saja,” tuturnya.

Disebut Memiliki Riwayat Penyakit Jantung

Herlan juga menyampaikan informasi yang ia dengar mengenai kondisi kesehatan almarhumah. Ia menyebut almarhumah diduga memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah menjalani pemasangan ring.

Namun, Herlan menegaskan informasi tersebut berasal dari kabar yang ia dengar sehingga ia meminta agar keterangan itu tidak dianggap sebagai kepastian medis.

“Maaf kalau salah, saya dengar memang seperti itu (riwayat jantung), bahkan sudah dipasang ring. Waktu itu juga suaminya sedang menunggu atau mendampingi. Rupanya ada kekhawatiran kalau terjadi sesuatu,” kata Herlan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kejadian berlangsung ketika almarhumah sedang mengikuti kegiatan hiburan masyarakat. Meski demikian, penyebab pasti meninggalnya almarhumah tidak dijelaskan dalam keterangan pemerintah desa.

Karena itu, informasi mengenai riwayat kesehatan tersebut perlu ditempatkan sebagai keterangan yang masih bersumber dari informasi yang diterima Herlan, bukan sebagai diagnosis medis atas kejadian tersebut.

Warga Langsung Membawa Korban ke Rumah Sakit

Saat almarhumah jatuh, warga dan panitia segera memberikan pertolongan. Mereka kemudian membawa almarhumah ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut membuat suasana lomba yang sebelumnya berlangsung meriah berubah menjadi kepanikan. Panitia kemudian mengambil keputusan untuk menghentikan seluruh rangkaian perlombaan.

“Pas kejadian, suasana kaget dan panik, kemudian segera memberikan pertolongan dengan langsung dibawa ke rumah sakit. Setelah itu acara langsung ditutup,” ungkap Herlan.

Padahal, masih terdapat tiga peserta yang belum memperoleh kesempatan tampil. Namun, panitia bersama peserta lain akhirnya sepakat menghentikan perlombaan sebagai bentuk penghormatan terhadap kondisi yang terjadi.

“Masih ada tiga peserta yang belum tampil. Atas kesepakatan panitia dan peserta lain, akhirnya lomba tidak dilanjutkan untuk peserta berikutnya,” katanya.

Pemerintah Desa Sampaikan Belasungkawa

Setelah kejadian tersebut, Pemerintah Desa Margaluyu bersama panitia dan sejumlah warga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kegiatan masyarakat, termasuk perlombaan dan hiburan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan, tetap membutuhkan perhatian terhadap kondisi peserta.

Meski kegiatan berlangsung dalam suasana perayaan, kondisi kesehatan peserta tetap menjadi hal penting. Panitia kegiatan masyarakat juga perlu memastikan tersedianya akses pertolongan pertama dan mengetahui jalur rujukan medis apabila terjadi keadaan darurat.

Pemerintah Desa Margaluyu menyampaikan duka atas meninggalnya peserta lomba karaoke tersebut. Warga dan panitia juga memilih menghentikan perlombaan setelah kejadian sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah dan keluarganya.

fauzi

Komentar