Ciamis | Galuh Info ~ Dialog Perunggasan Nasional 2026 di Ciamis tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga wadah bagi peternak rakyat untuk menyuarakan berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Mulai dari tingginya biaya produksi, akses pembiayaan yang terbatas, hingga ketidakstabilan distribusi hasil ternak menjadi persoalan utama yang diungkapkan para peternak.
Dalam forum tersebut, para pelaku usaha unggas menekankan pentingnya dukungan konkret dari pemerintah agar usaha peternakan rakyat dapat bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menilai penguatan sektor peternakan unggas harus dibarengi dengan peningkatan manajemen usaha serta inovasi teknologi produksi.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap mendorong pengembangan subsektor unggas agar semakin berkontribusi terhadap perekonomian daerah dan ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan bahwa suara para peternak akan menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian nasional sangat ditentukan oleh kesejahteraan petani dan peternak sebagai pelaku utama di lapangan.
Karena itu, kebijakan yang disusun ke depan harus mampu menciptakan sistem usaha yang adil, produktif, dan berkelanjutan bagi peternak rakyat.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor perunggasan nasional diharapkan mampu tumbuh lebih kuat dan menjadikan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan berbasis protein hewani.
Fauzi GI







Komentar