GALUH INFO – Insiden kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Jakarta–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, masih menyisakan duka mendalam bagi para korban dan keluarganya.
Peristiwa tragis tersebut menjadi perhatian luas publik, terutama setelah muncul kisah memilukan dari keluarga korban yang hingga kini masih mencari keberadaan anggota keluarganya yang diduga hilang dalam insiden tersebut.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 12.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka.
Namun di tengah proses evakuasi dan identifikasi korban, muncul dugaan adanya korban yang belum ditemukan, memicu kepanikan keluarga yang masih menunggu kepastian.
Kisah tersebut viral di media sosial setelah akun Threads @rika.juliansari08 membagikan unggahan terkait adiknya, Vica Acnia Pratiwi, yang diduga menjadi salah satu korban hilang.
Dalam unggahan tersebut, sang kakak memohon doa agar adiknya segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Ia juga mengungkapkan bahwa tas dan laptop milik Vica telah ditemukan, namun keberadaan orangnya hingga kini masih belum diketahui.
Unggahan itu sontak mengundang simpati warganet yang turut menyebarkan informasi demi membantu pencarian.
Di lokasi berbeda, sejumlah keluarga korban tampak mendatangi RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk memastikan kondisi kerabat mereka yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Salah satunya adalah Watarisini (70), yang datang ke gedung Disaster Victim Identification (DVI) untuk mencari keponakannya, Vica Acnia Pratiwi.
Menurut Watarisini, kabar terakhir yang diterimanya menyebutkan bahwa Vica sedang dalam perjalanan pulang usai bekerja di Jakarta menuju rumahnya di Cikarang Barat.
Sejak malam kejadian, Vica tak kunjung kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi.
Keluarga pun mulai panik ketika telepon yang dilakukan berulang kali tidak mendapat jawaban.
Sebelum datang ke RS Polri, pihak keluarga telah mendatangi sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi yang menangani korban luka.
Namun pencarian tersebut belum membuahkan hasil, sehingga mereka melanjutkan upaya ke RS Polri sebagai lokasi identifikasi korban meninggal.
Watarisini mengaku sangat cemas, terlebih orang tua Vica berada di kampung sehingga dirinya bersama kerabat lain yang turun langsung melakukan pencarian.
Ia berharap Vica tidak termasuk dalam daftar korban meninggal dan masih dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Hingga saat ini, pihak rumah sakit masih melakukan pengecekan data untuk memastikan apakah korban atas nama Vica berada dalam daftar pasien atau korban yang telah diidentifikasi.
Kisah ini menjadi gambaran nyata duka mendalam yang dirasakan keluarga korban, bukan hanya mereka yang telah kehilangan, tetapi juga mereka yang masih menanti kabar pasti dari orang-orang tercinta.
Publik pun terus menyoroti perkembangan kasus kecelakaan tersebut, sembari berharap seluruh proses pencarian dan identifikasi korban dapat segera memberikan kejelasan bagi keluarga yang menanti.***
Fauzi GI














Komentar