CIAMIS, Galuh.info – Personel Polsek Cikoneng Polres Ciamis Polda Jawa Barat mendatangi lokasi bencana alam tanah longsor yang terjadi di wilayah Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Kehadiran aparat kepolisian tersebut merupakan bentuk respons cepat dalam memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat pasca bencana.
Tanah longsor tersebut terjadi di Jalan Usaha Tani Cihurip–Gunungbangka, tepatnya di Dusun Cihurip RT 21 RW 07, Desa Sukamanah. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Selasa, 14 April 2026, akibat intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Menindaklanjuti laporan warga, dua anggota piket dari Makopolsek Cikoneng langsung diterjunkan ke lokasi pada Rabu, 15 April 2026. Mereka adalah Aiptu Luswandi dan Bripka Carwan yang bertugas memantau kondisi di lapangan sekaligus membantu proses evakuasi material longsor.
Kedatangan personel kepolisian bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman serta membantu warga membersihkan tanah yang menutup akses jalan usaha tani. Jalan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Kapolres Ciamis Polda Jabar, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Cikoneng Kompol Husen Sujana menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai bencana tersebut.
“Setelah mendapat laporan telah terjadi tanah longsor, personel kami langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan membantu masyarakat membersihkan material longsor,” ujar Kompol Husen Sujana.
Ia menjelaskan, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan tebing setinggi sekitar lima meter runtuh. Material tanah yang longsor memiliki panjang kurang lebih sepuluh meter dan menutup badan jalan usaha tani.
Akibat kejadian tersebut, akses transportasi warga, khususnya para petani, sempat terganggu. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek menambahkan bahwa proses evakuasi masih terus dilakukan dengan melibatkan aparat, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Upaya tersebut dilakukan secara gotong royong guna mempercepat pemulihan akses jalan.
“Saat ini evakuasi material tanah longsor masih berlangsung. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat pembersihan jalan,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana alam serupa.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar perbukitan diharapkan segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.
Sinergi antara aparat kepolisian,pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam penanganan bencana secara cepat dan efektif.
Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan akses jalan usaha tani dapat segera kembali normal sehingga aktivitas perekonomian masyarakat tidak terganggu.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya saat musim hujan melanda wilayah Kabupaten Ciamis.
Penulis: Fauzi
Editor: Redaksi Galuhinfo






