Program UPLAND Garut Dinilai Sukses, Kementan dan IFAD Evaluasi Pengembangan Kentang Berkelanjutan

Program UPLAND Garut Dinilai Berhasil, Kementan dan IFAD Evaluasi Keberlanjutan Pengembangan Kentang

Berita, Nasional11 Dilihat

GARUT, GALUH.INFO – Kementerian Pertanian (Kementan) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) mengevaluasi Program UPLAND di Kabupaten Garut. Mereka menggelar Project Completion Review (PCR) Mission Tahun Anggaran 2026.

Evaluasi ini menilai capaian program. Tim juga menyusun langkah keberlanjutan untuk pertanian dataran tinggi, terutama komoditas kentang yang menjadi andalan Garut.

Pemerintah pusat memilih Garut karena daerah ini menunjukkan hasil positif dalam pelaksanaan Program UPLAND. Program ini meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat daya saing kentang di tingkat regional dan nasional.

Evaluasi Fokus pada Keberlanjutan Program

Tim Kementan dan IFAD menilai efektivitas pelaksanaan Program UPLAND. Mereka juga memastikan manfaat program tetap dirasakan petani setelah program selesai.

Program UPLAND adalah program pengembangan pertanian terpadu di dataran tinggi. Kementan merancang program ini untuk menaikkan produktivitas, menambah pendapatan petani, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Program ini juga memberi dukungan menyeluruh. Dukungan itu mencakup pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan kelembagaan petani, dan perluasan akses pasar, termasuk pasar ekspor.

Garut Jadi Sentra Strategis Produksi Kentang

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat yang memilih Kabupaten Garut sebagai lokasi evaluasi Program UPLAND.

Menurut dia, kentang memegang peran strategis dalam ketahanan pangan nasional dan ekonomi masyarakat.

“Program ini mencakup dukungan dari hulu hingga hilir,” kata Abdusy Syakur Amin di Pendopo Garut, Sabtu (18/7/2026).
“Dukungan itu meliputi pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan alsintan, dan penguatan akses pasar, termasuk pasar ekspor.”

Ia menjelaskan bahwa Garut menjadi salah satu sentra utama produksi kentang di Jawa Barat. Kontribusi kentang Garut mencapai sekitar 80 persen dari kuota Jawa Barat.

“Kentang adalah komoditas strategis,” ujarnya.
“Komoditas ini juga sering disampaikan Presiden dalam konteks pangan. Alhamdulillah, Garut menyumbang hampir 80 persen kuota kentang Jawa Barat.”

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

Program UPLAND meningkatkan hasil produksi pertanian. Program ini juga membuka akses petani ke teknologi yang lebih modern, memperbaiki kualitas panen, dan memperluas jaringan pemasaran.

Melalui dukungan sarana produksi, infrastruktur, dan kelembagaan, petani dapat menambah nilai jual komoditas. Akses ke pasar nasional dan internasional juga makin terbuka.

Pemerintah Kabupaten Garut menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan IFAD penting untuk memperkuat pertanian dataran tinggi.

Harapan Program Terus Berlanjut

Bupati Abdusy Syakur Amin berharap Program UPLAND terus berlanjut. Ia menilai keberlanjutan program akan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kesejahteraan warga desa.

“Kami berharap Program UPLAND yang dilaksanakan Kementerian Pertanian bersama IFAD terus memberi manfaat bagi kesejahteraan petani,” katanya.

Melalui PCR Mission ini, Kementan dan IFAD diharapkan memperoleh gambaran utuh tentang keberhasilan Program UPLAND di Garut. Hasil evaluasi ini juga menjadi dasar untuk menyusun strategi pertanian yang lebih berkelanjutan, modern, dan berdaya saing. Dengan begitu, Garut dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra kentang terbesar di Indonesia.

FAUZI

Komentar