CIAMIS, GALUH.INFO – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Tradisi pengibaran Bendera Merah Putih yang melibatkan pasukan khusus berkembang dari masa awal Republik hingga menjadi salah satu bagian penting dalam upacara kenegaraan setiap 17 Agustus.
Sejarah Paskibraka berkaitan erat dengan sosok Husein Mutahar, ajudan Presiden Soekarno yang mendapat tugas menyusun tata cara pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka. Sejumlah sumber sejarah mencatat bahwa kegiatan pengibaran bendera dengan melibatkan kelompok pemuda sudah berlangsung di Yogyakarta pada masa awal kemerdekaan.
Husein Mutahar Menyusun Tata Upacara Bendera
Husein Mutahar memiliki peran penting dalam membangun tradisi pengibaran Bendera Pusaka. Ia tidak hanya dikenal sebagai tokoh yang memiliki perhatian terhadap pembinaan pemuda, tetapi juga sebagai pencipta sejumlah lagu nasional.
Pada masa awal Republik Indonesia, Mutahar mendapat kepercayaan untuk menangani tata cara pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka. Peran tersebut kemudian menjadi salah satu dasar perkembangan tradisi pasukan pengibar bendera.
Sejarah juga mencatat perjalanan panjang Bendera Pusaka ketika pusat pemerintahan Republik Indonesia berpindah ke Yogyakarta. Pada masa Agresi Militer Belanda, Husein Mutahar ikut menjaga keselamatan Bendera Pusaka. Direktorat Pelindungan Kebudayaan mencatat Mutahar memisahkan bagian merah dan putih untuk menyelamatkan bendera dari penyitaan Belanda.
Tradisi Pengibaran Terus Berkembang
Setelah Indonesia melewati masa revolusi, pemerintah terus mengembangkan tata upacara kenegaraan. Peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus kemudian menghadirkan tradisi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih secara lebih teratur.
Pada 1967, Husein Mutahar kembali mendapat tugas untuk menyusun konsep pembentukan pasukan pengibar bendera. Dari sinilah konsep pasukan pengibar yang melibatkan pemuda dan pelajar berkembang lebih kuat.
Konsep tersebut kemudian berkembang menjadi Paskibraka seperti yang masyarakat kenal saat ini.
Paskibraka Menjadi Simbol Generasi Muda
Paskibraka tidak hanya menjalankan tugas teknis mengibarkan dan menurunkan bendera. Pemerintah menempatkan mereka sebagai representasi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Setiap tahun, pelajar terpilih mendapat kesempatan menjalankan tugas dalam upacara kemerdekaan. Mereka menjalani proses seleksi, pembinaan, latihan, dan persiapan sebelum menjalankan tugas kenegaraan.
Sekretariat Negara juga mencatat Paskibraka terus menjalankan peran penting dalam upacara peringatan kemerdekaan di tingkat nasional. Pada peringatan HUT ke-80 RI 2025, misalnya, Paskibraka menjalankan prosesi pengibaran Merah Putih di Istana.
Warisan Sejarah yang Terus Hidup
Perjalanan Paskibraka menunjukkan bagaimana tradisi pengibaran bendera berkembang mengikuti perjalanan bangsa Indonesia.
Dari masa awal kemerdekaan, pembentukan konsep oleh Husein Mutahar, hingga sistem seleksi dan pembinaan generasi muda pada masa kini, Paskibraka tetap membawa satu pesan utama: menghormati Merah Putih sebagai simbol persatuan dan perjuangan bangsa.













Komentar