SOREANG | GALUH.INFO – Program Sekolah Maung Manusia Unggul di SMAN 1 Soreang menarik minat masyarakat dalam jumlah besar.
Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mencatat 902 calon siswa mendaftar ke sekolah tersebut. Sementara itu, SMAN 1 Soreang hanya menyediakan 384 kursi.
Pendaftar Datang dari Berbagai Wilayah
Ketua Panitia SPMB Sekolah Maung SMAN 1 Soreang, Dicky Rahmansyah, mengatakan panitia SPMB membuka tiga jalur penerimaan, yaitu Jalur Potensi Akademik melalui tes IQ, Jalur Prestasi Rapor, dan Jalur Kejuaraan Akademik.
Panitia akan menempatkan 384 siswa yang lolos seleksi ke dalam 12 kelas. Setiap kelas akan menampung 32 siswa.
“Total siswa yang diterima sebanyak 384 orang yang akan dibagi ke dalam 12 kelas, dengan masing-masing kelas berisi 32 siswa,” ujar Dicky kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
Menurut Dicky, para pendaftar berasal dari berbagai daerah. Selain dari wilayah Soreang, calon siswa juga datang dari Pangalengan, Cimaung, Ciparay, Baleendah, Kota Bandung, hingga Kabupaten Pangandaran.
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap program Sekolah Maung.
“Peserta didik yang mendaftar cukup beragam dan tidak hanya terpusat dari wilayah Soreang,” katanya.
Persaingan Siswa Lokal Semakin Ketat
Dicky menilai keberadaan Sekolah Maung ikut memengaruhi peluang siswa yang tinggal di sekitar sekolah. Penghapusan sistem zonasi membuat calon siswa dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi.
Meski demikian, SMAN 1 Soreang tetap menjalankan program sesuai kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Ia menegaskan, siswa yang belum lolos seleksi masih memiliki peluang melalui jalur reguler pada tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) maupun SPMB tahap kedua.
Program SSK Jadi Solusi Alternatif
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga membuka akses pendidikan melalui Program Sekolah Swasta Kerjasama (SSK).
Program tersebut memungkinkan siswa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang bermitra dengan pemerintah daerah tanpa terbebani biaya pendidikan.
“Anak-anak yang tidak diterima di Sekolah Maung masih bisa mengikuti program SSK di sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. Biayanya akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan,” jelas Dicky.
Seleksi Ketat untuk Cetak Lulusan Berkualitas
Dicky berharap Sekolah Maung mampu melahirkan lulusan yang lebih unggul dari tahun sebelumnya. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai karena panitia menerapkan seleksi yang ketat.
Panitia menetapkan nilai rata-rata minimal 85 untuk Jalur Prestasi Rapor. Sementara itu, calon siswa yang mengikuti Jalur Kejuaraan Akademik harus memiliki nilai rata-rata minimal 80.
Selain memperketat seleksi, pihak sekolah juga mendorong peningkatan sarana dan prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.
“Dengan seleksi yang lebih ketat dan dukungan sarana prasarana yang memadai, kami berharap kualitas peserta didik yang diterima akan semakin baik,” pungkasnya.
Asted













Komentar