SMPN 4 Pangalengan Tekan Angka Putus Sekolah, Seluruh Lulusan Tahun 2026 Lanjut Pendidikan

Seluruh Lulusan Dipastikan Melanjutkan Sekolah

Berita, Daerah8 Dilihat

PANGALENGAN | GALUH.INFO SMPN 4 Pangalengan mencatat capaian positif pada tahun ajaran 2025/2026. Sekolah memastikan seluruh lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Data tersebut muncul setelah sekolah menyelesaikan pemetaan calon murid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA. Hasil pemetaan menunjukkan tidak ada lulusan yang berhenti menempuh pendidikan setelah lulus dari SMP.

Para lulusan memilih berbagai jalur pendidikan. Sebagian besar melanjutkan ke SMA reguler, sementara lainnya memilih SMA terbuka, pendidikan nonformal, maupun pesantren.

Capaian Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya

Wakil Kepala SMPN 4 Pangalengan, Nurdin, mengatakan capaian tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini seluruh lulusan melanjutkan pendidikan. Ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 70 persen,” ujar Nurdin, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, sekitar 70 persen lulusan memilih SMA reguler. Sementara sisanya melanjutkan pendidikan melalui SMA terbuka dan pesantren.

Motivasi Belajar Jadi Faktor Penting

Nurdin menilai keberhasilan tersebut lahir dari kerja sama seluruh pihak di lingkungan sekolah. Guru dan wali kelas terus mendorong siswa agar memiliki semangat melanjutkan pendidikan.

Sekolah secara rutin memberikan motivasi kepada siswa sejak awal. Guru mengajak siswa untuk memiliki cita-cita dan mempersiapkan masa depan melalui pendidikan.

“Setiap tahun kami selalu memberikan motivasi kepada siswa agar dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, keberadaan SMA terbuka juga sangat membantu siswa yang terkendala faktor sosial, geografis, maupun ekonomi,” katanya.

Menurutnya, SMA terbuka memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa yang menghadapi berbagai keterbatasan namun tetap ingin melanjutkan pendidikan.

Minat Sekolah Masih Menjadi Tantangan

Meski mencatat capaian positif, SMPN 4 Pangalengan masih menemukan kasus siswa yang memilih berhenti sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan.

Nurdin mengatakan sebagian siswa tidak melanjutkan pendidikan karena kurang memiliki minat belajar. Kondisi tersebut terjadi meskipun orang tua telah memberikan dukungan penuh.

“Sebagian besar disebabkan rendahnya minat untuk melanjutkan sekolah. Padahal orang tua sudah memberikan dukungan, termasuk biaya transportasi dan uang saku,” ungkapnya.

Ia menilai faktor motivasi pribadi masih menjadi tantangan dalam upaya menekan angka putus sekolah.

Home Visit Jadi Strategi Pencegahan

Untuk mencegah siswa berhenti sekolah, SMPN 4 Pangalengan menjalankan program home visit secara rutin. Guru mendatangi rumah siswa yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan.

Sekolah juga menjalin komunikasi intensif dengan orang tua. Melalui pendekatan tersebut, sekolah dapat mengetahui kendala yang dihadapi siswa dan mencari solusi bersama.

“Ketika ada siswa yang berpotensi tidak melanjutkan sekolah, kami melakukan kunjungan ke rumah dan berkomunikasi dengan orang tua untuk mencari solusi bersama,” jelas Nurdin.

Langkah tersebut terbukti membantu sekolah mempertahankan angka partisipasi pendidikan dan mendorong siswa tetap melanjutkan sekolah.

Dukungan Pemerintah Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Nurdin menambahkan angka putus sekolah di wilayah Pangalengan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai program bantuan pendidikan dari pemerintah turut membantu siswa tetap mengenyam pendidikan.

Program tersebut memberikan dukungan bagi keluarga yang menghadapi kendala ekonomi. Dengan bantuan tersebut, siswa memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan.

Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan

Di akhir keterangannya, Nurdin mengajak para siswa untuk terus meningkatkan semangat belajar. Ia menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan masa depan.

“Sekolah memang bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya berawal dari sekolah dan pendidikan,” pungkasnya.

Melalui program home visit, pendampingan orang tua, dan motivasi yang berkelanjutan, SMPN 4 Pangalengan berhasil memastikan seluruh lulusan tahun ajaran 2025/2026 melanjutkan pendidikan.

Capaian tersebut menjadi langkah positif dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Pangalengan.

asted gi

Komentar