Viral Cerita Kepala BGN Banyak Makan Telur hingga Bisulan, Dokter Tegaskan Telur Bukan Penyebab Bisul

Berita, Kesehatan25 Dilihat

JAKARTA, GALUH.INFO – Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengenai pengalaman masa kecilnya yang sering makan telur hingga mengalami bisulan memicu perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan apakah konsumsi telur dalam jumlah banyak benar-benar dapat menyebabkan bisul.

Di tengah ramainya pembahasan tersebut, dokter umum sekaligus kreator konten edukasi kesehatan, Dion Haryadi, memberikan penjelasan untuk meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan telur menjadi penyebab munculnya bisul.

Dokter Tegaskan Telur Tidak Menyebabkan Bisul

Melalui video yang diunggah di media sosial pada Jumat (24/7/2026), Dion Haryadi mengajak masyarakat memahami penyebab bisul berdasarkan penjelasan medis.

Menurutnya, anggapan bahwa terlalu banyak makan telur dapat memicu bisul merupakan kesalahpahaman yang sudah lama beredar.

“Izin meluruskan, ini sebenarnya hal kecil aja, tapi takutnya orang jadi salah paham, ngirain makan telur banyak itu bikin bisul,” ujar Dion.

Ia menjelaskan bahwa bisul merupakan infeksi pada kulit yang umumnya disebabkan oleh bakteri, bukan oleh makanan tertentu.

“Sebenarnya, bisul itu disebabkan infeksi bakteri kulit. Jadi, lebih banyak berhubungan dengan kebersihan tubuh, bukan makan telur kebanyakan,” jelasnya.

Dion juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengaitkan keluhan pada kulit dengan konsumsi telur.

“Kalau ada gatal-gatal setelah makan telur, mungkin bukan bisul. Tapi alergi dan harus cek ke dokter untuk pemeriksaan,” tambahnya.

Telur Termasuk Makanan Padat Gizi

Selain meluruskan informasi mengenai bisul, Dion menegaskan bahwa telur merupakan salah satu sumber pangan yang kaya nutrisi.

Menurutnya, telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang.

“Ini saya izin ngelurusin karena kasihan sama telur yang sering dikambinghitamkan sebagai penyebab bisul,” katanya.

Ia menambahkan bahwa telur justru menjadi salah satu pilihan makanan bergizi yang mudah diperoleh dan diolah.

“Padahal telur itu adalah salah satu bahan makanan yang padat gizi, rasanya enak, gampang ngolahnya, sat-set. Jadi, jangan disalahin, jangan dikambinghitamkan,” ujarnya.

Cerita Sudaryono Jadi Perbincangan

Pembahasan mengenai telur bermula ketika Sudaryono menceritakan masa kecilnya setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Negara, Rabu (22/7/2026).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Sudaryono mengenang kehidupan keluarganya di Grobogan, Jawa Tengah. Ia mengatakan keluarganya memelihara ayam sehingga telur menjadi salah satu sumber gizi utama sejak kecil.

“Saya adalah orang yang lahir di desa. Ibu saya memelihara ayam di rumah dan saya adalah efek dari makan bergizi,” kata Sudaryono.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya yang sering mengonsumsi telur.

“Mohon maaf, mungkin kami bukan orang kaya tapi kami dari kecil biasa makan telur banyak karena kami pelihara, sampai maaf bisulan di mana-mana,” ujarnya.

Sudaryono menjelaskan bahwa keluarganya lebih sering mengonsumsi telur karena akses terhadap ikan cukup terbatas.

“Saya merasa bisa tumbuh berkembang karena telur, karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai. Dan efeknya dengan memberikan gizi, bisa menyerap ekonomi lokal lah,” tuturnya.

Ahli Ingatkan Pentingnya Memahami Informasi Kesehatan

Penjelasan Dion Haryadi menjadi pengingat agar masyarakat tidak langsung menyimpulkan hubungan sebab akibat hanya berdasarkan pengalaman pribadi seseorang. Dalam dunia medis, penyebab suatu penyakit harus didukung oleh bukti ilmiah dan hasil penelitian.

Para ahli kesehatan selama ini juga menempatkan telur sebagai salah satu sumber protein hewani yang baik. Konsumsi telur dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat mendukung pertumbuhan, memperbaiki jaringan, dan membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.

Sementara itu, masyarakat yang mengalami benjolan, bisul, atau reaksi tertentu setelah mengonsumsi makanan tertentu disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

fauzi

Komentar