Viral di Medsos, Kisah Ibu Muda yang Baru Sehari Bekerja Setelah Cuti Lahiran jadi Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Berita, Daerah13 Dilihat

Galuh.info – Jagat media sosial tengah diramaikan oleh kisah pilu salah satu korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan antara KRL dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.

Kisah tersebut menjadi viral setelah sejumlah tangkapan layar komentar Instagram dan unggahan Instagram Story beredar luas di platform Threads. Unggahan itu memperlihatkan curahan hati seorang adik yang mengaku kehilangan kakaknya dalam tragedi tersebut.

Dalam unggahan yang menyentuh hati publik, akun bernama @hagiaqi menuliskan bahwa sang kakak, yang ia panggil dengan sebutan “Teteh”, menjadi salah satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kisah itu semakin memilukan ketika terungkap bahwa sang kakak baru saja kembali bekerja setelah menjalani cuti melahirkan selama beberapa bulan.

“Teteh aku meninggal di tempat, semoga husnul khatimah dan baru pulang kerja. Tepat hari ini baru mulai kerja setelah cuti melahirkan,” tulis pesan tersebut yang kemudian dikutip ulang oleh sejumlah akun di media sosial, Selasa, 28 April 2026.

Unggahan itu dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan luas di kalangan warganet. Banyak yang mengaku tersentuh dengan perjuangan seorang ibu muda yang harus kembali bekerja demi keluarga, namun justru berpulang di hari pertamanya masuk kerja.

Dalam unggahan lanjutan, sang adik juga mengungkapkan bahwa biasanya korban pulang satu gerbong bersama seseorang yang dipanggil “Aa”, namun malam nahas itu mereka berada di gerbong yang berbeda.

“Hari ini hari pertama teteh mulai kerja lagi setelah beberapa bulan cuti lahirnya Kia. Aa juga bilang nggak usah kerja lagi biar si Aa saja yang kerja,” tulisnya.

Ia pun mengungkapkan rasa kehilangan mendalam sekaligus kebingungan atas peristiwa tersebut. Baginya, momen itu terasa seperti takdir yang sulit diterima.

“Biasa, teteh juga segerbong sama si Aa tiap balik kerja, kenapa malam ini pisah gerbong Teh?” lanjut unggahan itu.

Tak hanya itu, sang adik juga membagikan berbagai rencana yang belum sempat diwujudkan bersama mendiang kakaknya. Salah satunya adalah janji untuk menemani proses persalinannya di masa mendatang.

“Teteh juga janji sama aku, aku lahiran nanti Teteh yang akan temani aku sebagai pengganti mamah. Teteh juga bilang nanti kita main bareng sama anak-anak,” ungkapnya.

Kini, semua rencana itu tinggal kenangan. Sang adik juga menyinggung tentang anak korban yang masih bayi, serta stok ASI yang masih tersedia untuk beberapa hari ke depan.

“Malam ini Kia tidurnya pules Teh. Stok ASI Kia juga masih ada Teh untuk beberapa hari nanti,” tulisnya dengan penuh haru.

Unggahan tersebut menuai ribuan reaksi dan komentar dari warganet. Banyak yang menyampaikan belasungkawa serta doa untuk keluarga yang ditinggalkan, terutama untuk sang bayi yang kini harus tumbuh tanpa kehadiran ibunya.

“Turut berduka cita untuk ibu bayi dan seluruh keluarga yang ditinggalkan,” tulis salah satu warganet.

Kisah ini menjadi simbol betapa tragisnya dampak sebuah kecelakaan, bukan hanya bagi korban, tetapi juga bagi keluarga yang ditinggalkan.

Di tengah duka mendalam, publik berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius semua pihak agar keselamatan transportasi massal semakin ditingkatkan.

Tragedi ini bukan sekadar angka korban, melainkan kisah nyata tentang seorang ibu muda yang tengah berjuang untuk keluarga, namun tak pernah sempat kembali ke rumah.

Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, sekaligus pesan tentang rapuhnya hidup yang bisa berubah dalam sekejap.

Fauzi GI

Komentar