Viral Warga Tegur Patwal Mobil RI 21 di Senayan, Berujung Permintaan Maaf dari Petugas

Berita36 Dilihat

CIAMIS, | GALUH.INFO  – Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga menegur petugas Patroli dan Pengawalan (Patwal) pengawal mobil berpelat RI 21 viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Jalan Pintu Satu Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Video tersebut diunggah oleh Zilly Larasati melalui akun Instagram @larasatizilly. Dalam unggahannya, ia menceritakan kronologi kejadian yang membuatnya merasa dirugikan.

Klaim Diserobot

Zilly mengaku sedang mengantre untuk berbelok di sebuah persimpangan. Saat mobilnya mulai bergerak, motor Patwal tiba-tiba datang dari sisi kanan.

Menurutnya, petugas memepet kendaraannya hingga membuat situasi menjadi berbahaya.

“Aku pikir ini giliran aku, karena aku udah posisi belok setengah badan mobil. Tiba-tiba dipepet oleh Patwal motor ini,” tulis Zilly.

Ia juga mengaku sempat dimarahi oleh petugas meski merasa tidak melakukan kesalahan.

Tegur Petugas

Dalam video yang viral, Zilly turun dari mobil dan menegur petugas Patwal. Ia meminta petugas tidak menggunakan kewenangan secara berlebihan saat mengawal pejabat.

“Bapak jangan kayak gitu, mentang-mentang ngawal RI 21 terus begitu. Saya udah nunggu dari tadi,” ucap Zilly.

Ia juga meminta petugas mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

“Bapak yang ngerem dong. Dari jauh bapak ngebut banget, saya udah pelan,” katanya.

Sindir Pejabat

Pada unggahan lainnya, Zilly menyampaikan kritik kepada pejabat yang berada di dalam mobil RI 21. Ia menilai seluruh pengguna jalan memiliki kepentingan yang sama.

“Kalau Anda harus pergi ke kantor itu pagi, tolong berangkatnya subuh. Jakarta macet, semua masyarakat punya keperluan,” ujarnya.

Menurut Zilly, pengawalan tidak seharusnya membuat pengguna jalan lain merasa dirugikan.

Patwal Minta Maaf

Setelah video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, Zilly membagikan tangkapan layar pesan langsung (DM) dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Patwal.

Dalam pesan tersebut, petugas Patwal bernama Dimas menyampaikan permohonan maaf kepada Zilly atas ketidaknyamanan selama perjalanan.

“Perkenankan saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan selama perjalanan Ibu,” tulis Dimas.

Bantah Memaki

Selain meminta maaf, petugas juga membantah telah memaki Zilly. Ia menjelaskan suaranya terdengar keras karena menggunakan mikrofon yang tersambung ke pengeras suara.

“Niat saya hanya untuk memberi tahu, tidak ada niatan apa-apa. Mungkin nada saya terdengar keras karena saya tadi pakai microphone yang terhubung ke speaker,” jelasnya.

Permintaan maaf tersebut menjadi penutup polemik yang sempat ramai dibahas di media sosial. Hingga kini, video itu masih menuai beragam tanggapan dari warganet terkait etika pengawalan kendaraan pejabat di jalan raya.

Fauzi

Komentar