Yayasan Sagala Herang Ikuti Juknis Baru BGN, B3 Tak Boleh Dirapel

Program MBG Jangkau Ribuan Siswa dan Kategori B3

Berita, Daerah47 Dilihat

BATUJAJAR | GALUH.INFO — Yayasan Sagala Herang Bersama terus memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengelolaan 10 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program tersebut kini melayani sekitar 25 ribu penerima manfaat setiap hari di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Koordinator Yayasan Sagala Herang Bersama, Valey, menjelaskan bahwa penerima manfaat terdiri dari 16 ribu siswa dan 9 ribu penerima kategori ibu hamil, ibu menyusui, serta balita atau B3.

Program MBG tersebut menjangkau wilayah Kecamatan Batujajar, Saguling, Cisomang, Kutawaringin, hingga Rancapanggung.

Yayasan Ikuti Aturan Baru dari BGN

Valey menegaskan pihak yayasan menjalankan program sesuai petunjuk teknis terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN).

BGN mewajibkan penyaluran bantuan kategori B3 dilakukan setiap hari dan melarang penyaluran secara rapel.

Selain itu, dapur MBG juga wajib menyediakan makanan basah sebagai menu utama. BGN hanya memperbolehkan makanan kering untuk wilayah tertinggal.

“Untuk penyaluran B3 sekarang sesuai juknis terbaru dari BGN tidak boleh dirapel, dan menu MBG wajib basahan, tidak boleh makanan kering kecuali daerah tertinggal,” ujar Valey.

Ratusan Relawan Dukung Operasional Dapur MBG

Yayasan Sagala Herang Bersama melibatkan sekitar 470 relawan untuk mendukung operasional 10 dapur MBG.

Para relawan bertugas mulai dari persiapan bahan makanan, proses memasak, distribusi, hingga pencucian ompreng.

Valey menyebut setiap relawan menerima upah harian sebesar Rp130 ribu.

“Setiap relawan menerima upah harian sebesar Rp130 ribu,” katanya.

Operasional Dapur MBG Capai Rp80 Juta per Hari

Yayasan mengalokasikan anggaran operasional cukup besar untuk menjaga kualitas pelayanan program MBG.

Satu dapur MBG rata-rata membutuhkan biaya operasional sekitar Rp9 juta per hari. Sementara total operasional 10 dapur mencapai sekitar Rp80 juta setiap harinya.

Biaya tersebut mencakup kebutuhan bahan makanan, distribusi, kebersihan, dan operasional dapur.

Yayasan Perketat Standar Kebersihan dan Kualitas Makanan

Yayasan Sagala Herang Bersama juga menerapkan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan dan kebersihan dapur MBG.

Tim dapur wajib menggunakan air minum kemasan seperti Aqua atau Le Minerale dalam proses memasak sesuai aturan BGN.

Selain itu, petugas dapur menggunakan air PDAM yang mengalir untuk mencuci ompreng agar kebersihan tetap terjaga.

Valey memastikan seluruh dapur MBG di bawah naungan Yayasan Sagala Herang Bersama telah mengantongi Sertifikat Higiene Laik (SHL) dan sertifikat halal.

Sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

fauzi

Komentar