1815: Ketika Ibu Kota Galuh Pindah ke Ciamis, Awal Perjalanan Menuju Nama Kabupaten Ciamis

Berita, Daerah372 Dilihat
CIAMIS, GALUH.INFO – Perubahan nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis pada 1916 memiliki sejarah yang berlangsung jauh sebelumnya. Salah satu peristiwa penting terjadi pada 15 Januari 1815, ketika pusat pemerintahan Kabupaten Galuh berpindah dari Imbanagara menuju Ciamis.

Perpindahan tersebut terjadi pada masa pemerintahan Raden Adipati Aria Wiradikusumah. Peristiwa itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan administratif wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Ciamis.

Meski pusat pemerintahan berpindah, nama kabupaten saat itu masih Kabupaten Galuh.

Imbanagara Menjadi Pusat Galuh

Sebelum pusat pemerintahan berpindah ke Ciamis, Imbanagara memainkan peranan penting dalam sejarah pemerintahan Galuh.

Galuh Virtual mencatat bahwa pada 12 Juni 1642, Raden Adipati Arya Panji Jayanegara memindahkan pusat Kabupaten Galuh dari Garatengah menuju Barunay. Wilayah Barunay kemudian berkembang menjadi Imbanagara.

Pemerintahan di Imbanagara berlangsung selama beberapa generasi.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa pusat pemerintahan Galuh beberapa kali mengalami perpindahan sebelum akhirnya berada di Ciamis.

Wiradikusumah Memindahkan Pusat Pemerintahan

Pada 1815, Raden Adipati Aria Wiradikusumah mengambil keputusan penting.

Ia memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Galuh dari Imbanagara ke Ciamis atau Cibatu. Galuh Virtual mencatat tanggal perpindahan tersebut pada 15 Januari 1815.

Keputusan itu membuat Ciamis mulai memiliki posisi semakin penting sebagai pusat pemerintahan.

Namun, pemerintah belum langsung mengganti nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa nama kabupaten dan nama ibu kota merupakan dua hal yang berbeda pada masa tersebut.

Nama Galuh Tetap Digunakan

Setelah ibu kota berada di Ciamis, pemerintah tetap menggunakan nama Kabupaten Galuh.

Kondisi tersebut berlangsung hingga awal abad ke-20.

DetikJabar mencatat bahwa pada 1815 ibu kota Kabupaten Galuh berpindah dari Imbanagara ke Ciamis. Setelah pemerintahan beberapa bupati berikutnya, Pemerintah Hindia Belanda akhirnya mengangkat Raden Tumenggung Sastrawinata sebagai Bupati Galuh.

Dengan demikian, proses perubahan identitas administratif berlangsung secara bertahap.

Ciamis Mulai Menjadi Pusat Pemerintahan

Perpindahan ibu kota memberikan posisi strategis bagi Ciamis.

Pada masa pemerintahan Kanjeng Prabu atau Raden Adipati Aria Kusumahdiningrat pada 1839–1886, pembangunan di wilayah Ciamis semakin berkembang.

Sejumlah bangunan pemerintahan berdiri di kawasan ibu kota, termasuk gedung kabupaten, pendopo, masjid, tangsi militer, dan penjara.

Pembangunan tersebut memperkuat fungsi Ciamis sebagai pusat pemerintahan.

Dari Ibu Kota Menjadi Nama Kabupaten

Perjalanan tersebut akhirnya mencapai titik perubahan pada 1916.

Raden Tumenggung Sastrawinata, yang memimpin Galuh sejak 1914, mengubah nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis setelah mendapat persetujuan Pemerintah Hindia Belanda.

Dengan perubahan tersebut, nama ibu kota dan nama kabupaten menjadi sama-sama Ciamis.

Badan Penghubung Jawa Barat mencatat tanggal resmi perubahan tersebut pada 1 Januari 1916.

Sejarah 1815 Tetap Penting

Banyak orang hanya mengenal 1916 sebagai tahun perubahan nama Galuh menjadi Ciamis. Padahal, sejarah tersebut memiliki mata rantai panjang.

Tahun 1815 menjadi penting karena pada masa itulah pusat pemerintahan Galuh pindah ke Ciamis.

Peristiwa 1815 kemudian menjadi salah satu bagian yang membantu menjelaskan mengapa nama Ciamis akhirnya menggantikan nama Galuh dalam administrasi kabupaten.

Jejak sejarah tersebut masih menjadi bagian dari identitas Ciamis hingga sekarang.

fauzi

Komentar