Dari Galuh ke Ciamis: Jejak Panjang Perubahan Nama Kabupaten yang Terjadi pada 1916

Berita, Daerah258 Dilihat
CIAMIS, GALUH.INFO – Nama Kabupaten Ciamis yang masyarakat kenal saat ini memiliki perjalanan sejarah panjang. Sebelum menggunakan nama Ciamis, wilayah tersebut dikenal sebagai Kabupaten Galuh. Pemerintah kemudian mengubah nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis pada 1916 pada masa pemerintahan Raden Tumenggung Sastrawinata.

Perubahan nama tersebut tidak serta-merta menghapus sejarah Galuh. Sebaliknya, nama Galuh tetap menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Ciamis hingga sekarang.

Sejarah Kabupaten Ciamis berkaitan erat dengan perjalanan Tatar Galuh sejak masa kerajaan, pemerintahan kabupaten, hingga pembentukan pemerintahan modern.

Galuh Memiliki Sejarah Panjang

Sejarah Galuh telah berlangsung jauh sebelum terbentuknya Kabupaten Ciamis modern. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Galuh Virtual mencatat berbagai fase perkembangan pemerintahan Galuh, termasuk perpindahan pusat pemerintahan menuju Barunay atau Imbanagara pada 12 Juni 1642.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Ciamis.

DPRD Kabupaten Ciamis menetapkan 12 Juni 1642 sebagai Hari Jadi Kabupaten Ciamis melalui keputusan pada 17 Mei 1972. Pemerintah daerah menggunakan tanggal tersebut untuk menghubungkan sejarah pemerintahan Ciamis modern dengan perjalanan panjang Kabupaten Galuh.

Pusat Pemerintahan Pindah ke Ciamis

Perubahan nama Kabupaten Galuh menjadi Ciamis tidak muncul secara tiba-tiba pada 1916.

Salah satu tahapan penting terjadi pada 15 Januari 1815 ketika Raden Adipati Aria Wiradikusumah menggantikan Pangeran Sutajaya sebagai pemimpin Galuh.

Galuh Virtual mencatat bahwa pada masa tersebut pusat pemerintahan berpindah dari Imbanagara ke Cibatu atau wilayah yang kemudian berkembang sebagai Ciamis. Kabupaten tetap menggunakan nama Galuh, tetapi ibu kotanya berada di Ciamis.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penting yang menjelaskan mengapa nama wilayah dan nama pusat pemerintahan kemudian memiliki hubungan erat.

1916 Menjadi Titik Perubahan Nama

Perubahan besar terjadi setelah Raden Adipati Aria Kusumasubrata mengakhiri masa pemerintahannya.

Pemerintah Hindia Belanda kemudian mengangkat Raden Tumenggung Sastrawinata sebagai Bupati Galuh pada 1914. Sastrawinata tidak memiliki hubungan darah dengan garis bupati Galuh sebelumnya.

Setelah sekitar dua tahun memimpin, Sastrawinata mengubah nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis pada 1916 dengan persetujuan Pemerintah Hindia Belanda.

Badan Penghubung Jawa Barat juga mencatat bahwa Kabupaten Galuh secara resmi berganti nama menjadi Kabupaten Ciamis pada 1 Januari 1916.

Mengapa Nama Galuh Berubah?

Pertanyaan mengenai alasan perubahan nama tersebut masih menjadi bagian menarik dalam kajian sejarah Ciamis.

Sumber sejarah resmi Galuh Virtual menyebut perubahan nama Galuh menjadi Ciamis pada 1916 sebagai fakta sejarah, tetapi alasan perubahan tersebut belum terungkap secara pasti.

Sejumlah kajian dan tulisan sejarah kemudian menawarkan berbagai penafsiran. Karena itu, media perlu membedakan antara fakta yang sudah tercatat dengan dugaan atau interpretasi mengenai motif politik di balik perubahan nama.

Yang jelas, perubahan tersebut terjadi pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan berlangsung setelah pusat pemerintahan Galuh berada di Ciamis.

Nama Galuh Tidak Hilang dari Ciamis

Meskipun pemerintah mengganti nama administratif menjadi Ciamis, masyarakat tetap menggunakan identitas Galuh dalam berbagai aspek kehidupan.

Nama Galuh muncul dalam berbagai situs sejarah, kesenian, tradisi, lembaga budaya, hingga kegiatan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Ciamis juga mengembangkan Galuh Virtual sebagai ruang informasi kebudayaan yang memuat sejarah, situs budaya, tradisi, museum, kesenian, dan berbagai warisan Tatar Galuh.

Dengan demikian, perubahan nama administratif tidak berarti masyarakat meninggalkan akar sejarahnya.

Ciamis Modern Tetap Berakar pada Galuh

Perjalanan dari Galuh menuju Ciamis menunjukkan bahwa identitas sebuah daerah dapat mengalami perubahan administratif tanpa kehilangan sejarahnya.

Ciamis modern tumbuh dari rangkaian sejarah panjang yang mencakup kerajaan, kabupaten, perpindahan pusat pemerintahan, pemerintahan kolonial, hingga pemerintahan Republik Indonesia.

Karena itu, memahami sejarah perubahan nama Galuh menjadi Ciamis penting bagi generasi sekarang. Pengetahuan tersebut membantu masyarakat memahami bahwa nama Ciamis yang digunakan hari ini memiliki akar sejarah yang jauh lebih panjang.

fauzi

Komentar