Inovasi MBG Prasmanan di Ciamis, Hadirkan Pengalaman Baru Tanpa Kurangi Nilai Gizi

Berita, Pendidikan13 Dilihat

CIAMIS | GALUH INFO ~ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis menghadirkan inovasi baru dalam penyajian makanan bagi siswa. Konsep prasmanan diterapkan untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus meningkatkan kenyamanan saat makan bersama di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Al Hasan, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari. Ratusan siswa tampak antusias mengikuti program tersebut yang digelar oleh SPPG Asnal Mutholib Cangkring.

Kepala SPPG Asnal Mutholib Cangkring, Fauzi Rahmansyah, menjelaskan bahwa konsep prasmanan sengaja diterapkan sebagai bentuk inovasi dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, penyajian makanan dengan cara ini memberikan pengalaman positif bagi para siswa.

Ia menegaskan bahwa perubahan metode penyajian tidak mengurangi standar gizi yang telah ditetapkan. Justru, konsep ini diharapkan mampu meningkatkan minat siswa dalam mengonsumsi makanan bergizi secara seimbang.

“Konsep prasmanan ini bukan hanya perubahan teknis penyajian makanan untuk siswa, namun kami ingin menghadirkan pengalaman yang baik tanpa mengurangi nilai gizi,” ujar Fauzi, Selasa (31/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, siswa terlihat tertib mengantre untuk mengambil makanan sesuai porsi masing-masing. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya kedisiplinan dan pola makan sehat.

Selain itu, suasana kebersamaan juga terasa kuat dalam kegiatan tersebut. Interaksi antara petugas SPPG, guru, dan siswa berlangsung hangat, terutama setelah momen Idulfitri yang masih terasa.

Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga membangun nilai sosial dan kebersamaan di lingkungan sekolah. Hal ini menjadi nilai tambah dari inovasi yang diterapkan.

Para siswa pun mengaku senang dengan konsep baru ini karena memberikan kebebasan dalam memilih makanan sesuai selera, namun tetap dalam batas porsi yang telah ditentukan.

Ke depan, konsep prasmanan dalam program MBG ini berpotensi menjadi model yang dapat diterapkan di sekolah lain. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus pengalaman siswa.

Fauzi / GI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *