BOGOR, GALUH.INFO – Prestasi membanggakan kembali datang dari atlet muda asal Kabupaten Ciamis. Jihan Nur Azizah, atlet asal Desa Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, berhasil meraih Piala Juara Favorit dalam Kejuaraan Pencak Silat Nasional Satria Warrior Championship 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kejuaraan tersebut berlangsung di GOR Laga Tangkas Pakansari, Kabupaten Bogor, pada 22–23 Agustus 2026. Ajang ini mempertemukan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia dengan peserta yang berasal dari 18 provinsi.
Jihan tampil bersama kontingen Ksatria Naga Putih Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kontingen tersebut membawa 17 atlet dari berbagai kelompok usia, mulai usia dini hingga remaja.
Jihan Nur Azizah Bawa Nama Ciamis di Ajang Nasional
Jihan Nur Azizah merupakan atlet muda yang berasal dari Desa Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.
Saat ini, Jihan menempuh pendidikan di MA Plus Azzahra Cidolog, Ciamis. Dalam kejuaraan nasional tersebut, ia memperkuat kontingen Ksatria Naga Putih Agam.
Keikutsertaan Jihan bersama kontingen tersebut menjadi pengalaman penting dalam perjalanan prestasinya di dunia pencak silat.
Dari ajang Satria Warrior Championship 2026, Jihan berhasil membawa pulang Piala Juara Favorit.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jihan sekaligus menambah catatan prestasinya sebagai atlet muda asal Ciamis.
Satria Warrior Diikuti Pesilat dari 18 Provinsi
Satria Warrior Championship 2026 menghadirkan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bogor, Hairul, menyebut kejuaraan tersebut diikuti peserta dari 18 provinsi berdasarkan konfirmasi akhir penyelenggara.
Sebelumnya, panitia mencatat daftar peserta dari 22 provinsi. Namun, setelah melakukan konfirmasi, jumlah provinsi yang mengikuti kejuaraan menjadi 18 provinsi.
“Yang ini mungkin agak terlihat lebih karena diikuti oleh 18 provinsi, dari 61 kontingen kabupaten/kota dan dari 29 kabupaten/kota,” ujar Hairul.
Para peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Bogor dan wilayah Jawa Barat. Sejumlah kontingen dari berbagai daerah di Indonesia juga hadir untuk mengikuti pertandingan sekaligus menguji kemampuan para atlet.
Kabupaten Bogor sendiri mengirimkan pesilat dari sejumlah perguruan, di antaranya Satria Muda Indonesia dan Setia Hati Terate.
Ajang Pembinaan Atlet Muda
Satria Warrior Championship tidak hanya menjadi arena persaingan untuk memperebutkan gelar juara.
Pertemuan pesilat dari berbagai daerah juga memberikan kesempatan kepada para atlet untuk menambah pengalaman bertanding, bertukar pengalaman, serta memperluas silaturahmi.
Hairul menilai kejuaraan tingkat nasional seperti ini penting bagi perkembangan atlet muda. Para pesilat dapat menghadapi lawan dengan kemampuan dan pengalaman yang berbeda.
Kondisi tersebut memberikan pengalaman berharga bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
IPSI Kabupaten Bogor berharap kegiatan serupa terus berkembang dan mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan pencak silat.
Pesan untuk Para Atlet Muda
Hairul juga mengingatkan para atlet agar tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.
Menurutnya, atlet membutuhkan kemampuan teknis, ketekunan, kedisiplinan, serta semangat untuk terus berkembang.
“Jangan pernah menyerah. Terus berkarya, terus berprestasi. Karena itu cukup untuk membekali hidup,” pesannya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya berkaitan dengan pertandingan. Proses latihan dan kompetisi juga dapat membentuk kedisiplinan serta mental generasi muda.
Jihan Tambah Catatan Prestasi Pencak Silat
Keikutsertaan Jihan Nur Azizah bersama kontingen Ksatria Naga Putih Agam menjadi bagian dari persaingan pencak silat tingkat nasional.
Bersama 16 atlet lainnya, Jihan membawa nama kontingen tersebut dalam Satria Warrior Championship 2026.
Raihan Piala Juara Favorit menjadi pencapaian penting bagi Jihan. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa atlet muda asal Ciamis mampu tampil dalam kompetisi pencak silat yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kejuaraan di Kabupaten Bogor tersebut akhirnya tidak hanya menjadi tempat mencari juara. Satria Warrior Championship juga menjadi ruang bagi atlet muda untuk memperoleh pengalaman, membangun sportivitas, memperluas silaturahmi, dan terus mengembangkan kemampuan.
Bagi Jihan Nur Azizah, raihan Piala Juara Favorit menjadi tambahan motivasi untuk terus berlatih dan mengejar prestasi lebih tinggi di masa mendatang.
uzi Gi








Komentar