Dua Insiden KRL Ganggu Perjalanan Pagi Hari, Lintas Bogor dan Tangerang Kini Berangsur Normal

Berita, Otomatif315 Dilihat

JAKARTA, GALUH.INFO –Dua insiden Commuter Line atau KRL pada Kamis (20/8/2026) pagi sempat menyebabkan gangguan perjalanan dan kepadatan penumpang di sejumlah stasiun. Gangguan terjadi hampir bersamaan di lintas Bogor dan lintas Tangerang saat jam keberangkatan masyarakat menuju tempat kerja.

KAI Commuter kemudian melakukan normalisasi perjalanan sekaligus mengurai keterlambatan yang terjadi di kedua lintas tersebut. Untuk mengurangi dampak gangguan, operator juga menerapkan rekayasa pola operasi dengan sistem perjalanan satu jalur pada sejumlah segmen terdampak.

Insiden pertama melibatkan KA 1183 dengan relasi Bogor–Jakarta Kota. Kereta tersebut mengalami insiden tertemper orang di sekitar lintasan antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet.

Sementara itu, insiden kedua melibatkan KA 1914A relasi Duri–Tangerang yang menabrak sepeda motor di lintasan antara Stasiun Rawa Buaya dan Stasiun Batu Ceper.

Dua kejadian tersebut berdampak terhadap jadwal perjalanan sejumlah kereta dan menyebabkan antrean penumpang meningkat di beberapa stasiun.

KAI Commuter Lakukan Normalisasi Perjalanan

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya normalisasi perjalanan serta mengurai keterlambatan akibat dua insiden tersebut.

“KAI Commuter juga terus melakukan normalisasi dan penguraian keterlambatan perjalanan Commuter Line di lintas,” terang Leza dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Untuk meminimalkan dampak gangguan, KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi di kedua lintas.

Di lintas Bogor, perjalanan kereta sempat menggunakan satu jalur pada segmen antara Stasiun Pasar Minggu hingga Stasiun Manggarai. Strategi serupa juga diterapkan pada lintas Tangerang dengan penggunaan satu jalur antara Stasiun Rawa Buaya dan Stasiun Batu Ceper.

Rekayasa tersebut dilakukan agar perjalanan kereta tetap dapat berjalan sambil petugas menangani dan melakukan normalisasi di lokasi kejadian.

Namun, dampak gangguan tetap dirasakan oleh sejumlah pengguna karena beberapa perjalanan mengalami keterlambatan cukup lama.

10 Perjalanan KRL Bogor Terlambat Lebih dari Satu Jam

Leza menjelaskan gangguan pada lintas Bogor berdampak terhadap sedikitnya 10 perjalanan Commuter Line. Sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu jam dan sebagian perjalanan dibatalkan.

Sementara itu, gangguan di lintas Tangerang berdampak terhadap delapan perjalanan Commuter Line dengan keterlambatan hingga 48 menit.

“Imbas kejadian tersebut sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga 1 jam lebih dan perjalanan dibatalkan sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Tangerang sebanyak 8 perjalanan mengalami keterlambatan hingga 48 menit,” ungkap Leza.

KAI Commuter sebelumnya juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna melalui akun Threads @commuterline.

Operator meminta pengguna tetap mengikuti arahan dan informasi dari petugas yang berada di lapangan selama proses penanganan berlangsung.

“Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line (KRL), kami juga mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan,” tulis akun @commuterline.

Penumpang Keluhkan Keterlambatan saat Jam Berangkat Kerja

Gangguan perjalanan tersebut memicu keluhan dari sejumlah pengguna KRL di media sosial. Pasalnya, kejadian berlangsung pada jam sibuk ketika banyak masyarakat menggunakan kereta untuk berangkat bekerja.

Salah satu pengguna akun Threads, @milanmind, mengunggah keluhannya terkait keterlambatan yang dialami penumpang lintas KRL.

“Hari terlambat sampai kantor se-nasional untuk penumpang KRL red line sehat sehat semuaaaa,” tulis akun tersebut.

Keluhan serupa disampaikan pemilik akun @mutiarafajrin_. Ia mengaku tiba di kantor lebih lambat dibandingkan waktu biasanya karena perjalanan kereta mengalami gangguan.

“Nyampe kantor jam 10.38, biasanya jam 9 lewat udah nyampe,” tulisnya.

Sementara itu, akun @asisten_kucing membagikan pengalaman saat berada di dalam kereta yang tertahan di sekitar Stasiun Pasar Minggu.

Menurut unggahan tersebut, perjalanan yang sebelumnya berjalan lancar dari Cibinong kemudian terhenti cukup lama. Kereta dilaporkan tertahan sejak pukul 06.55 hingga akhirnya kembali melanjutkan perjalanan sekitar pukul 08.08.

“Gak disangka ujian muncul begitu saja, dari Cibinong perjalanan aman aja sampe pasming kereta ketahan 06.55 SD jam 08.08 baru jalan,” tulis akun tersebut.

Sejumlah penumpang lainnya memilih mencari alternatif transportasi karena perjalanan KRL belum sepenuhnya normal pada saat gangguan terjadi.

Transjakarta Tambah Armada di Rute Terdampak

Gangguan perjalanan KRL lintas Bogor–Jakarta Kota juga mendorong Transjakarta menambah layanan pada sejumlah rute, Kamis (20/8/2026).

Transjakarta menambah armada pada rute D11 Terminal Depok–Cawang Sentral dan 4B Stasiun UI–Manggarai.

Penambahan tersebut dilakukan untuk membantu mengurai antrean penumpang serta menyediakan alternatif transportasi bagi pengguna KRL yang terdampak gangguan.

Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat untuk membantu masyarakat.

“Memobilisasi armada pendukung merupakan langkah integrasi yang dilakukan guna membantu penyerapan pelanggan, serta menyediakan rute alternatif bagi masyarakat terdampak,” ungkapnya.

Penambahan layanan Transjakarta diharapkan dapat membantu penumpang yang membutuhkan moda transportasi alternatif, khususnya pada jalur perjalanan menuju kawasan Jakarta.

Setelah dilakukan penanganan dan rekayasa pola operasi, KAI Commuter terus melakukan normalisasi perjalanan di lintas terdampak. Kondisi perjalanan KRL yang sempat terganggu kini kembali berangsur normal.

Komentar