CIAMIS, GALUH.INFO – Maraknya temuan dugaan penjualan beras bantuan pemerintah di salah satu platform media sosial jual beli mendapat sorotan dari tokoh masyarakat Ciamis, Oki Herna Suganda. Ia menyayangkan apabila bantuan pangan yang seharusnya diterima masyarakat tanpa dipungut biaya justru diperjualbelikan untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Menurut Oki, persoalan tersebut patut menjadi perhatian bersama. Sebab, pemerintah menyalurkan bantuan beras untuk membantu meringankan kebutuhan pangan keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan barang dagangan. Terlebih, pada kemasan beras bantuan terdapat keterangan yang secara jelas melarang penerima untuk memperjualbelikannya.
“Beras bantuan pemerintah itu disalurkan secara gratis oleh negara, tujuannya untuk membantu meringankan beban kebutuhan pangan keluarga yang benar-benar membutuhkan, bukan barang dagangan untuk dijadikan keuntungan pribadi,” ujar Oki Herna Suganda.
Penjualan Beras Bantuan Dinilai Mengabaikan Hak Warga yang Membutuhkan
Oki menilai tindakan menjual beras bantuan berpotensi mengabaikan tujuan utama program bantuan pangan. Menurutnya, bantuan tersebut seharusnya memberikan manfaat langsung kepada penerima dan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa apabila seorang penerima merasa tidak membutuhkan bantuan tersebut, terdapat pilihan lain yang lebih tepat daripada menjualnya.
Menurut Oki, penerima dapat menyerahkan beras tersebut kepada tetangga, kerabat, atau warga lain yang dinilai lebih membutuhkan.
“Jika penerima memang tidak memerlukan, sebaiknya diserahkan kepada tetangga, kerabat, atau warga lain yang lebih memerlukan, bukan dijual,” katanya.
Ia menambahkan, menjual bantuan yang diberikan secara gratis berpotensi mengurangi nilai sosial dari program tersebut. Karena itu, penerima perlu memahami bahwa bantuan pemerintah memiliki tujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.
Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi
Selain menyoroti dugaan penjualan tersebut, Oki mengajak masyarakat Ciamis untuk ikut melakukan pengawasan.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat. Masyarakat juga dapat berperan dengan saling mengingatkan agar bantuan pangan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
“Beliau juga mengajak seluruh warga Ciamis untuk saling mengingatkan dan bersama-sama mengawasi,” demikian pandangan yang disampaikan Oki.
Apabila masyarakat menemukan dugaan praktik penjualan beras bantuan, Oki meminta warga tidak mengabaikan persoalan tersebut. Masyarakat dapat melaporkannya kepada perangkat desa, kelurahan, atau pihak berwenang agar laporan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Langkah tersebut, menurutnya, penting untuk menjaga agar bantuan pemerintah benar-benar sampai dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang berhak.
Jaga Bantuan agar Tepat Sasaran
Oki berharap seluruh pihak memiliki kepedulian untuk menjaga penyaluran bantuan pangan agar tetap sesuai tujuan.
Bantuan pemerintah, kata dia, harus menjadi instrumen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, bukan menjadi peluang mencari keuntungan pribadi.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Ciamis untuk membangun kepedulian bersama. Selain memastikan bantuan digunakan sebagaimana mestinya, masyarakat juga diharapkan berani mengingatkan apabila menemukan dugaan penyimpangan.
“Mari kita jaga bersama agar bantuan ini benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Demi kebaikan kita semua, masyarakat yang lebih sejahtera dan saling peduli,”
uzi








Komentar