Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Dedi Mulyadi Sarankan Hukuman Edukatif

Berita, Pendidikan5 Dilihat

GALUH INFO – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan perilaku tidak pantas dari sejumlah siswa di SMAN 1 Purwakarta. Aksi tersebut menuai kecaman luas dari warganet karena dinilai tidak menghormati sosok guru sebagai pendidik.

Dalam video yang viral di berbagai platform, tampak beberapa siswa diduga mengolok-olok seorang guru perempuan yang mengenakan jilbab ungu. Salah satu aksi yang paling disorot adalah gestur mengacungkan jari tengah ke arah guru saat berada di belakangnya.

Tak hanya itu, para siswa juga terlihat tertawa, menjulurkan lidah, serta terus melakukan gestur tidak sopan ketika sang guru berjalan melewati mereka. Perilaku tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap tenaga pendidik.

Rekaman lain yang beredar turut memperlihatkan momen saat guru tersebut tengah makan. Dalam video itu, salah satu siswa tampak seolah mengelus kepala gurunya, namun tindakan tersebut dianggap tidak pantas karena menyentuh kepala orang yang lebih tua tanpa izin merupakan sikap tidak sopan.

Viralnya video tersebut langsung memantik reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan para siswa dan menyayangkan lunturnya etika serta sopan santun di lingkungan pendidikan.

Akibat kejadian ini, akun Instagram resmi SMAN 1 Purwakarta pun diserbu komentar dari warganet. Pihak sekolah bahkan terlihat menutup kolom komentar pada sejumlah unggahan terbaru untuk meredam situasi.

Meski demikian, komentar bernada kritik tetap bermunculan pada unggahan lama yang kolom komentarnya masih terbuka. Warganet ramai-ramai menyuarakan kekecewaan mereka terhadap perilaku siswa tersebut.

“Miris, seorang pendidik malah tidak dihargai,” tulis salah satu akun.

“Apa kabar siswa yang unjuk jari tengah ke gurunya?” timpal warganet lainnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut angkat bicara. Ia mengaku prihatin dan telah menerima laporan resmi dari Dinas Pendidikan terkait insiden tersebut.

“Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologinya sudah saya dengarkan dari Dinas Pendidikan,” ujarnya dalam keterangan pada Sabtu, 18 April 2026.

Ia juga mengungkapkan bahwa orang tua siswa yang bersangkutan telah dipanggil ke sekolah dan menyampaikan penyesalan atas tindakan anaknya.

Sebagai langkah penanganan, pihak sekolah diketahui telah memberikan sanksi berupa skorsing selama 19 hari kepada siswa yang terlibat, dengan harapan dapat memberikan efek jera sekaligus pembinaan di rumah.

Namun demikian, Dedi Mulyadi memberikan pandangan berbeda terkait bentuk hukuman yang sebaiknya diberikan. Ia menyarankan agar sanksi lebih diarahkan pada pembentukan karakter.

Menurutnya, hukuman seperti membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, hingga membersihkan toilet akan lebih memberikan dampak positif bagi siswa.

“Saya sarankan tidak hanya skorsing, tetapi diberikan tugas membersihkan lingkungan sekolah. Itu bisa dilakukan selama 1 hingga 3 bulan tergantung perkembangan anak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk hukuman seharusnya memiliki nilai edukatif dan mampu membentuk karakter siswa menjadi lebih baik, bukan sekadar memberikan efek jera.

Hingga saat ini, pihak SMAN 1 Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya video tersebut maupun langkah lanjutan yang akan diambil terhadap para siswa.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, baik sekolah maupun orang tua, untuk terus menanamkan nilai sopan santun dan penghormatan terhadap guru sebagai bagian dari pendidikan karakter generasi muda.

Fauzi gI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *