Antusiasme Anak Muda Berburu Kerja, Job Fair Tasikmalaya Sediakan Ribuan Kuota Dalam dan Luar Negeri

Berita, Nasional4 Dilihat

TASIKMALAYA, GALUH.INFO — Ribuan pencari kerja memadati gelaran International Job Fair Tasikmalaya 2026 yang berlangsung di Asia Plaza, Kota Tasikmalaya, pada 30–31 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan lulusan perguruan tinggi, untuk mendapatkan pekerjaan serta memulai perjalanan karier.

Antusiasme para pelamar terlihat dari panjangnya antrean di lokasi kegiatan. Mereka datang untuk mencari informasi sekaligus melamar pekerjaan yang ditawarkan berbagai perusahaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Menariknya, Pemerintah Kota Tasikmalaya menghadirkan bursa kerja tersebut dengan konsep inklusif. Artinya, penyandang disabilitas juga memperoleh kesempatan untuk mengikuti proses rekrutmen dan mendapatkan pekerjaan.

International Job Fair Tasikmalaya 2026 terselenggara melalui kolaborasi Pemerintah Kota Tasikmalaya, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar N. Karbala, serta Staf Khusus Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Bintang Wahyu Saputra.

Pendaftar Tembus 5.800 Orang

Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurut Tiar, job fair menjadi sarana strategis untuk mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses ekonomi dan membuka kesempatan kerja bagi generasi muda.

Ia menilai, perluasan lapangan pekerjaan perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan agar kompetensi tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Banyak anak muda kita memiliki semangat, pendidikan, dan kemampuan untuk bekerja. Namun, mereka sering menghadapi persoalan ketika perusahaan meminta pengalaman kerja, sementara untuk mendapatkan pengalaman tersebut mereka terlebih dahulu membutuhkan kesempatan bekerja. Lingkaran inilah yang harus kita putus bersama,” kata Tiar dalam keterangannya yang diterima pada Minggu, 1 November 2026.

Tiar juga memberikan apresiasi terhadap sistem pendaftaran digital yang diterapkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sistem daring memungkinkan proses pendataan dan pemantauan perkembangan penyerapan tenaga kerja dilakukan secara lebih mudah dan transparan.

Berdasarkan pemantauan secara langsung di lokasi, jumlah pencari kerja tercatat terus meningkat hingga mencapai sekitar 5.800 orang. Jumlah tersebut terdiri atas pendaftar dari dalam maupun luar Kota Tasikmalaya dengan pembagian yang seimbang.

Dorong Kesempatan Kerja hingga Luar Negeri

Tiar menilai digitalisasi rekrutmen menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran.

Ia juga menyoroti program pemerintah pusat dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional. Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberangkatan pekerja migran, tetapi juga peningkatan keterampilan dan transfer pengetahuan.

Salah satu program yang dicontohkan ialah SMK Go Global. Program tersebut diarahkan untuk mempersiapkan putra-putri terbaik Indonesia agar memiliki kompetensi dan daya saing di tingkat internasional.

Menurut Tiar, aspek perlindungan pekerja migran juga harus menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan program tersebut.

Tingkat Pengangguran Terbuka Turun

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tasikmalaya pada 2025 tercatat sebesar 6,43 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,49 persen.

Untuk memperluas kesempatan kerja, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui berbagai program pelatihan.

Salah satunya melalui program Tasik Pelak yang telah memfasilitasi pelatihan keterampilan bagi 200 peserta di berbagai bidang.

Viman berharap International Job Fair 2026 mampu memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. Karena itu, ia meminta Dinas Tenaga Kerja mengawal proses rekrutmen serta memantau jumlah pelamar yang berhasil diterima bekerja.

Dengan demikian, ketersediaan lowongan kerja tidak hanya menjadi angka dalam kegiatan pameran, tetapi benar-benar membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Tersedia 6.222 Peluang Kerja

Dalam pelaksanaannya, International Job Fair Tasikmalaya 2026 menyediakan 484 lowongan pekerjaan dalam negeri dan 5.738 kuota penempatan kerja internasional.

Lowongan dalam negeri mencakup sejumlah sektor, di antaranya perbankan, perdagangan, manufaktur, telekomunikasi, perhotelan, dan layanan kesehatan.

Selain itu, tiga perusahaan menyediakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pekerjaan tanpa membatasi kesempatan berdasarkan kondisi fisik seseorang.

Adapun peluang kerja internasional tersedia di 18 negara, antara lain Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman.

Melalui penyelenggaraan job fair ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan keterampilannya. Tantangan berikutnya ialah memastikan proses rekrutmen berjalan transparan dan peluang yang tersedia benar-benar berujung pada penempatan tenaga kerja.


uzi

Komentar