CIAMIS | Galuh Info – Lantunan azan menggema khidmat di sepanjang Sasak Cirahong dalam rangkaian peringatan Mieling Ngadegna Sasak Cirahong. Tradisi sakral tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan yang digelar untuk mengenang sejarah berdirinya jembatan legendaris yang menghubungkan wilayah Ciamis dan Tasikmalaya.
Prosesi azan dilakukan secara serempak oleh tujuh orang dalam formasi khusus yang telah menjadi bagian dari simbolisasi budaya setempat. Dua orang berada di sisi utara, tiga orang di bagian tengah jembatan, dan dua orang di sisi selatan.
Formasi tersebut dikenal sebagai bagian dari tradisi Adan Vitu, sebuah ritual yang menggambarkan tujuh penyangga Sasak Cirahong. Filosofinya menekankan pentingnya keseimbangan, kekuatan, dan kebersamaan dalam menopang kehidupan sosial masyarakat.
Suara azan yang berkumandang di atas bentang jembatan tua itu menghadirkan suasana haru sekaligus sakral. Banyak warga yang hadir tampak khusyuk mengikuti prosesi, menjadikannya sebagai momentum refleksi spiritual.
Tradisi ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga sarat makna sejarah. Azan di sepanjang Sasak Cirahong menjadi simbol panggilan persatuan dan pengingat bahwa warisan leluhur harus dijaga bersama.
Dalam kegiatan tersebut, para tokoh masyarakat dan ulama turut hadir, di antaranya K.H. Ahmad Musyafa atau Haji Duleh selaku Ketua Umum Persatean Pesantren Ortodok (PPO) Galuh, serta K.H. Ujang Habiburrohman dari Pesantren Darul Ulum Petir.
Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni budaya, melainkan gerakan kolektif untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah di tengah masyarakat.
Selain prosesi azan, acara juga diisi dengan tawasulan, salawat bersama, hingga mushofahah sebagai simbol persaudaraan dan semangat gotong royong.
Peringatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan agar nilai-nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Sasak Cirahong terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Sebagai salah satu cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi, Sasak Cirahong tidak hanya berdiri sebagai infrastruktur, tetapi juga sebagai saksi perjalanan peradaban di tanah Galuh.
Lantunan azan yang membelah udara di sepanjang jembatan itu pun menjadi penanda bahwa sejarah tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan melalui tradisi yang penuh makna.
Fauzi GI












