BIJB Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Industri Strategis Pertahanan, Ada PTDI hingga MRO

Berita, Daerah13 Dilihat

MAJALENGKA, GALUH.INFO — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati sebagai pusat industri strategis pertahanan dalam negeri.

Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menyebut pertemuan itu melanjutkan pembahasan sebelumnya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Kerja Sama BIJB Kertajati Masuk Tahap PKS

Dedi menjelaskan bahwa pemerintah perlu melihat pengelolaan aset negara sebagai satu kesatuan. Namun, setiap pihak tetap memiliki tanggung jawab administrasi dan pencatatan aset masing-masing.

“Secara prinsip dasar bahwa kalau negara itu tidak ada pemisahan-pemisahan, semuanya adalah satu kesatuan. Tetapi dari aspek sisi administrasi, kita memiliki aspek pertanggungjawaban administrasinya masing-masing. Memiliki aset tercatatnya masing-masing. Memiliki utang piutangnya masing-masing,” paparnya, Kamis (1/10/2026).

Pemerintah kemudian akan menindaklanjuti kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Dedi mengatakan pemerintah belum menjadikan aspek komersial sebagai fokus utama pada tahap awal.

“Tahap pertama kita tidak berpikir komersial dulu, keramaian atau pertumbuhan, tetapi tahap pertama kita berpikir PTDI ada di sini kemudian MRO di sini, bengkel pesawat asing di sini, kemudian industri penunjang di sini,” tuturnya.

Kertajati Diproyeksikan Jadi Kawasan Industri Kedirgantaraan

Menurut Dedi, keberadaan berbagai fasilitas industri di BIJB Kertajati akan membentuk ekosistem kedirgantaraan.

Ia menyebut PTDI, fasilitas MRO, bengkel pesawat asing, serta industri pendukung dapat berkembang dalam satu kawasan.

Jika berbagai kebutuhan industri tersedia di Kertajati, aktivitas perdagangan juga akan ikut berkembang.

“Tidak mungkin semuanya lokal, pasti ada transfer antardaerah, transfer antarprovinsi, transfer antarnegara, pada akhirnya nanti kebutuhan komersialnya akan tumbuh,” katanya.

Dedi menilai pertumbuhan komersial dapat mengikuti perkembangan industri yang lebih dulu tumbuh di kawasan tersebut.

Dengan konsep itu, BIJB Kertajati tidak hanya berfungsi sebagai bandara. Kawasan tersebut juga diarahkan untuk mendukung industri strategis pertahanan dan kedirgantaraan.

Kemhan Siapkan Pemindahan Sekolah Penerbang dan Skuadron

Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari mengatakan pihaknya telah melaporkan perkembangan kerja sama tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Yusuf, Presiden memberikan tanggapan sangat positif terhadap rencana tersebut.

Kemhan juga menyiapkan sejumlah langkah dalam waktu dekat. Salah satunya memindahkan sekolah penerbang Angkatan Udara beserta mess dari Sukani.

Selain itu, Kemhan berencana memindahkan Skuadron Udara dari Bandara Halim Perdanakusuma ke BIJB Kertajati.

PTDI juga akan masuk dalam pengembangan kawasan tersebut. Beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan PTDI turut masuk dalam rencana pengembangan.

“Kami berharap di bulan Januari pembangunannya. Sekolah penerbangan November atau Desember jika diizinkan, agar ada kegiatan,” katanya.

Rencana tersebut menjadi bagian dari pengembangan BIJB Kertajati menuju kawasan yang mendukung industri pertahanan dan kedirgantaraan di Jawa Barat.

UZI

Komentar