Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Bendung Manganti Ciamis, Sempat Diingatkan Temannya agar Tak Berenang ke Tengah

Berita, Daerah35 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Seorang bocah berinisial Kevin (7) meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Citanduy, tepatnya di kawasan Bendung Manganti, Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Minggu (26/7/2026) pagi.

Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar pukul 09.30 WIB setelah melakukan pencarian selama beberapa jam. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Purwadadi sebelum menyerahkannya kepada pihak keluarga.

Korban Bermain Bersama Tiga Teman

Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan Pos WMK Banjarsari menerima laporan sekitar pukul 08.30 WIB.

Petugas Damkar langsung menuju lokasi dan bergabung dengan unsur SAR lainnya untuk melakukan pencarian.

“Begitu menerima laporan, personel kami langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan kepolisian, MDMC, Tagana, serta relawan lainnya untuk melakukan pencarian korban,” ujar Budi Rahmat.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Kevin bersama tiga temannya bersepeda menuju Bendung Manganti.

Sesampainya di lokasi, mereka melihat debit Sungai Citanduy sedang surut. Kondisi tersebut membentuk kubangan air yang tampak aman untuk berenang.

Sempat Diperingatkan agar Tidak Berenang ke Tengah

Korban kemudian mengajak teman-temannya berenang di kubangan tersebut.

Salah seorang temannya sempat mengingatkan Kevin agar tidak berenang terlalu ke tengah. Namun, korban tetap melanjutkan aktivitasnya.

Tak lama kemudian, arus sungai menyeret korban hingga tenggelam.

“Seorang temannya sempat berusaha menolong korban, tetapi karena korban panik, upaya penyelamatan tidak berhasil. Pada saat yang sama, ada seorang anak lain yang juga sempat tenggelam, namun berhasil diselamatkan,” kata Budi.

Melihat kejadian itu, teman-teman korban segera meminta bantuan kepada warga sekitar.

Warga kemudian menghubungi aparat kepolisian dan Pos WMK Banjarsari sehingga operasi pencarian segera dimulai.

Tim Gabungan Temukan Korban Meninggal Dunia

Operasi pencarian melibatkan personel Pos WMK Banjarsari, RCS, Polsek Lakbok, Kanit Intel Polsek Purwadadi, Babinsa Desa Sidarahayu, Tagana, MDMC, relawan, dan masyarakat setempat.

Tim menyisir area sungai hingga akhirnya menemukan korban sekitar pukul 09.30 WIB.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Purwadadi untuk dilakukan pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutur Budi.

Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Budi Rahmat mengingatkan para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar sungai, bendungan, maupun saluran air.

Ia menjelaskan bahwa sungai yang terlihat dangkal tetap memiliki risiko tinggi karena sering menyimpan kubangan dengan kedalaman yang sulit diperkirakan.

“Jangan menganggap sungai aman hanya karena airnya sedang surut. Di dasar sungai sering terdapat kubangan yang cukup dalam dan sangat berbahaya bagi anak-anak,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di kawasan perairan. Kondisi sungai yang tampak aman tidak selalu bebas dari bahaya, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah kejadian serupa.

FAUZI

Komentar