BPBD Ciamis Salurkan 395 Ribu Liter Air Bersih untuk 11.302 Jiwa Terdampak Kekeringan

Berita, Daerah86 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Sejak Juli hingga Agustus 2026, BPBD Ciamis mencatat sebanyak 11.302 jiwa dari 4.372 kepala keluarga (KK) telah mendapatkan pelayanan pendistribusian air bersih di sejumlah wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan bantuan tersebut menyasar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumber air di wilayah mereka mengalami kekeringan.

“Sebanyak 11.302 jiwa dari 4.372 KK mendapatkan pelayanan pendistribusian air bersih,” kata Ani Supiani di Ciamis, Senin.

Kekeringan Melanda 22 Desa di 15 Kecamatan

Musim kemarau yang melanda Kabupaten Ciamis menyebabkan sejumlah sumber air bersih masyarakat mengalami kekeringan.

BPBD Ciamis mencatat, selama periode Juli hingga Agustus 2026, kekeringan terjadi di 22 desa yang tersebar di 15 kecamatan.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, Ciamis, Cidolog, Panawangan, Lumbung, Pamarican, Cihaurbeuti, Jatinagara, Cimaragas, Purwadadi, Kawali, Cikoneng, Tambaksari, dan Cisaga.

Menurut Ani, Kecamatan Banjaranyar menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup besar.

“Juara kekeringan saat ini berada di Kecamatan Banjaranyar. Ada Desa Banjaranyar, Cigayam, Cikaso, dan Kalijaya,” katanya.

BPBD Ciamis Distribusikan 395 Ribu Liter Air Bersih

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kabupaten Ciamis telah mendistribusikan sekitar 395.000 liter air bersih ke titik-titik wilayah yang mengalami kekeringan.

Petugas menyalurkan air menggunakan kendaraan tangki ke daerah yang membutuhkan pasokan air bersih.

BPBD Ciamis juga tidak bekerja sendiri dalam menjalankan pendistribusian tersebut. Sejumlah instansi dan sukarelawan turut membantu agar bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan, terutama bagi warga yang sumber air bersihnya mengalami kekeringan selama musim kemarau.

Ciamis Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Menghadapi dampak musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Status tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.

Penetapan status siaga darurat menjadi langkah untuk memastikan seluruh perangkat dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana kekeringan.

Pemerintah juga menginstruksikan seluruh pemangku kebijakan agar terus berkoordinasi dan bergerak bersama menangani wilayah terdampak.

Perhatian utama diarahkan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat berkurangnya atau mengeringnya sumber air selama musim kemarau.

BPBD Kabupaten Ciamis terus melakukan penanganan terhadap daerah terdampak, termasuk melalui pendistribusian bantuan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

uzi GI

Komentar