Bupati Purwakarta Buka Suara soal Polemik Lagu Lalaki Langit, Sebut Refleksi Kenakalan Masa Lalu

Berita, Nasional13 Dilihat

PURWAKARTA | GALUH.INFO – Lagu berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat karya Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, menuai polemik. Sejumlah pihak menilai lirik lagu tersebut mengandung stereotip dan merendahkan perempuan.

Kontroversi muncul setelah beberapa potongan lirik berbahasa Sunda ramai beredar di media sosial. Lirik itu dinilai mengandung objektifikasi seksual terhadap perempuan hingga memicu kritik dari berbagai kalangan.

Om Zein Angkat Bicara

Menanggapi polemik tersebut, Om Zein menjelaskan lagu itu bukan ditujukan untuk merendahkan perempuan. Ia menyebut karya tersebut lahir dari refleksi terhadap perjalanan hidupnya sendiri.

“Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal,” ujar Om Zein, dikutip dari PPID Purwakarta, Kamis (2/7/2026).

Refleksi Diri

Om Zein mengatakan lirik lagu tersebut menggambarkan penyesalan atas sikapnya di masa lalu. Menurutnya, karya itu merupakan bentuk introspeksi, bukan serangan terhadap perempuan.

“Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan, terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa menjaga diri,” katanya.

Ia menegaskan seluruh isi lagu berangkat dari pengalaman dan perenungan pribadi.

Sampaikan Permintaan Maaf

Meski mengaku lagu itu bersifat personal, Om Zein memahami bahwa masyarakat dapat memiliki penafsiran berbeda terhadap lirik yang ditulisnya.

Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang merasa tersinggung atau tidak nyaman akibat lagu tersebut.

“Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” tegasnya.

Atalia Beri Kritik

Sebelumnya, anggota DPR RI Komisi VII, Atalia Praratya, mengkritik lagu tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Ia menilai lirik lagu itu tidak sejalan dengan upaya menghapus budaya patriarki.

“Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?” tulis Atalia.

Soroti Makna Lirik

Atalia juga mengaku kesulitan menemukan makna positif dari lirik lagu tersebut. Menurutnya, isi lagu tidak mencerminkan penghormatan terhadap perempuan.

“Jujur saya tidak habis pikir, se-positif apapun saya memaknai lagu ini. Saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan,” ujarnya.

Polemik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat masih menjadi perbincangan publik. Di satu sisi, Om Zein menyebut lagu itu sebagai refleksi pribadi, sementara di sisi lain sejumlah kalangan tetap menilai liriknya berpotensi memperkuat stereotip terhadap perempuan.

Fauzi

Komentar